Jumat, 25 September 2026

Analis Pasar: Besok! IHSG Berpotensi Bergerak Sideways di Kisaran 6.450-6.570

Mhd Rabbani - Selasa, 25 Agustus 2026 14:02 WIB
Analis Pasar: Besok! IHSG Berpotensi Bergerak Sideways di Kisaran 6.450-6.570
IHSG
Topikseru.com.com, Jakarta - Pada perdagangan Senin (24/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 24,26 poin atau 0,37% ke level 6.501,67 di pasar spot. Pelemahan terjadi sejalan dengan melemahnya mayoritas bursa global dan regional Asia, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi IHSG tersebut sesuai dengan analisis teknikal yang disampaikan pihaknya. Di mana pergerakan indeks juga dipengaruhi pelemahan mayoritas bursa global dan regional serta rupiah yang berada di level Rp17.757 per dolar AS. “Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang juga terkoreksi, serta pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD,” ujarnya. Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG sempat bergerak menguat pada awal perdagangan sebelum berbalik ke zona merah hingga penutupan. Kondisi tersebut dipengaruhi aksi profit taking dan pelemahan rupiah. Rupiah ditutup melemah 0,11%. Pelemahan tersebut terjadi seiring dengan mayoritas mata uang Asia yang tertekan oleh penguatan dolar AS, meski harga minyak mentah mengalami koreksi. "Indeks sempat bergerak menguat di awal sesi, sebelum kemudian bergerak di teritori negatif hingga penutupan perdagangan akibat profit taking dan pelemahan Rupiah," jelas Alrich. Dari sisi sektoral, sektor properti mencatatkan koreksi terdalam sebesar 1,67%. Sebaliknya, sektor basic materials menjadi satu-satunya sektor yang menguat, yakni sebesar 1,38%. Secara teknikal, Alrich melihat IHSG masih bertahan di atas moving average (MA) 100. Histogram MACD juga masih berada di area positif, meski indikator Stochastic RSI mulai mendekati area overbought. "Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.450-6.570 pada perdagangan Rabu," katanya. Untuk perdagangan Rabu (26/8/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas. Ia menempatkan level support di 6.488 dan resistance di 6.507. "Untuk Rabu, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.488 dan resist 6.507," ujar Herditya. Menurut Herditya, investor akan mencermati pergerakan harga emas yang masih cenderung menguat. Selain itu, pelaku pasar juga akan menantikan agenda Jackson Hole serta sejumlah rilis data makroekonomi Amerika Serikat pada pekan ini. Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, investor disarankan tetap mencermati pergerakan Rupiah dan bursa global, terutama karena indikator teknikal menunjukkan ruang penguatan IHSG yang masih terbuka tetapi mulai berhadapan dengan area resistance. Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS). ANTM memiliki target harga Rp3.300 - Rp3.450 per saham. Sementara PTBA ditargetkan berada pada kisaran Rp 2.520 - Rp 2.570 per saham dan TINS di kisaran Rp4.300 - Rp4.420 per saham.  
Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini