Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan Kamis (27/8/2026) nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp 17.744 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,11% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.725 per dolar AS.
Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,47%, disusul dolar Taiwan yang naik 0,40%.
Sementara, dolar Singapura naik 0,12%, baht Thailand menguat 0,05%, yuan China menguat 0,03% dan dolar Hong Kong yang menguat 0,005%.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Peso Filipina melemah 0,34%, rupee India melemah 0,13%.
Nilai tukar rupiah melemah 0,11%, yen Jepang melemah 0,006% dan ringgit Malaysia melemah 0,005% terhadap dolar AS sore ini.
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,29% Tersungkur di Level Rp17.776 per Dolar AS Siang Ini
Pada perdagangan tengah hari ini. Kamis (27/8/2026) Nilai tukar rupiah terus melemah berada di level Rp 17.776 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ternyata, hal ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,29% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.725 per dolar AS.
Di mana pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,32%.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang tertekan 0,05% dan yen Jepang turun 0,03%. Diikuti, dolar Hong Kong yang tergelincir 0,008%.
Kemudian, rupee India terlihat melemah tipis 0,004% terhadap the greenback di tengah hari ini.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,33%.
Berikutnya, dolar Taiwan yang menanjak 0,32% dan dolar Singapura terkerek 0,08%. Disusul, baht Thailand naik 0,03%. Lalu ada yuan China yang menguat tipis 0,01% pada siang ini.
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Dibuka di Level Rp17.751 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah di pasar spot tertekan di awal perdagangan hari ini. Kamis (27/8/2026), rupiah spot dibuka di level Rp 17.751 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah melemah 0,15% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.725 per dolar AS.
Alhasil rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi.
Di mana, peso Filipina berada satu tingkat lebih baik dari rupiah setelah terkontraksi 0,08%. Selanjutnya ada baht Thailand tertekan 0,04% dan ringgit Malaysia turun 0,02%.
Kemudian, dolar Hong Kong melemah tipis 0,01% terhadap the greenback di pagi ini. Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,43%.
Berikutnya, dolar Taiwan terkerek 0,28% dan dolar Singapura menanjak 0,08%. Diikuti, yen Jepang terangkat 0,03%. Disusul, yuan China yang menguat tipis 0,004% terhadap dolar AS.
Berita Terkait