Jumat, 25 September 2026

Analis Pasar: IHSG Berpeluang Menguat di level 6.560-6.640 di Perdagangan Rabu (2/9/2026)

Mhd Rabbani - Rabu, 02 September 2026 07:45 WIB
Analis Pasar: IHSG Berpeluang Menguat di level 6.560-6.640 di Perdagangan Rabu (2/9/2026)
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (1/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 74,47 poin atau 1,14% ke level 6.599. Di mana penguatan IHSG terjadi di tengah sentimen positif dari dalam negeri, meski bursa Asia mayoritas bergerak melemah. Menanggapi hal tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, penguatan IHSG pada perdagangan Selasa turut ditopang sentimen positif terhadap kredibilitas fiskal pemerintah. Hal tersebut tercermin dari target defisit anggaran 2027 yang berada di level 2,40%. Selain itu, realisasi anggaran pemerintah hingga Juli 2026 masih menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan negara tercatat tumbuh 21,3% secara tahunan, sedangkan belanja negara meningkat 18,2% secara tahunan. Sentimen positif juga datang dari neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus. Sementara itu, inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,19% pada Agustus 2026. Meski sedikit lebih tinggi dari perkiraan, angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia. Dengan sejumlah sentimen tersebut. Nico memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Ia menempatkan rentang pergerakan IHSG di level 6.560-6.640. "Ruang penguatan masih terbuka, dengan kisaran IHSG berada di level 6.560-6.640 pada perdagangan Rabu," ujar Nico. Di sisi lain, sentimen global masih menjadi faktor yang perlu dicermati investor. Bursa Asia mayoritas melemah seiring kenaikan harga minyak di tengah kembali meningkatnya konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi tersebut dapat menjadi sentimen yang membatasi penguatan pasar saham. Karena itu, investor tetap perlu mencermati pergerakan indeks serta memilih saham secara selektif di tengah dinamika pasar global dan domestik. Dari sisi sektoral, Nico melihat sejumlah sektor masih menarik untuk dicermati investor, terutama sektor energi, properti, basic industry, dan transportasi. "Sektor energi, properti, basic industry, dan transportasi masih menjadi sektor yang menarik untuk dicermati di tengah peluang penguatan IHSG," tambahnya.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan