Minggu, 27 September 2026

Harga Emas Spot Masih Stabil Bertahan di Level US$ 4.333,49 per Ons troi

Mhd Rabbani - Rabu, 02 September 2026 08:49 WIB
Harga Emas Spot Masih Stabil Bertahan di Level US$ 4.333,49 per Ons troi
Harga Emas Spot
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (2/9/2026) harga emas spot turun ke level terendah dalam lebih dari dua pekan. Pelemahan harga emas dipengaruhi kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan penguatan dolar AS. Pelaku pasar kini menanti sejumlah data ketenagakerjaan AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, harga emas spot stabil di sekitar US$ 4.333,49 per ons troi pada pukul 00.17 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 14 Agustus 2026. Harga emas juga diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari atau 200-day moving average, yang menjadi salah satu indikator teknikal yang diperhatikan pelaku pasar. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi US$ 4.380,40 per ons troi. Penguatan dolar AS turut memberikan tekanan terhadap harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Di sisi lain, yield US Treasury meningkat di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi. Kenaikan suku bunga dan yield obligasi cenderung menekan daya tarik emas karena aset safe haven tersebut tidak memberikan imbal hasil atau yield. Tekanan terhadap pasar emas juga terjadi ketika konflik antara AS dan Iran kembali meningkat. AS melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Iran pada Selasa (1/9), yang kemudian dibalas oleh Iran. Eskalasi tersebut menjadi salah satu yang paling serius dalam beberapa pekan terakhir dan telah mendorong kenaikan harga energi global. Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sehingga dapat memengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga. Gubernur The Fed Michael Barr mengatakan bahwa apabila inflasi tidak segera mereda, sudah waktunya bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga. Pelaku pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan AS yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja sekaligus arah kebijakan moneter The Fed. Laporan ADP employment dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu AS. Sementara data yang lebih penting, yakni nonfarm payrolls, akan dirilis pada Jumat. Data sebelumnya menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di AS meningkat pada Juli, terutama didorong lonjakan lowongan di sektor manufaktur. Namun, lemahnya perekrutan tenaga kerja menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih berada dalam kondisi relatif stagnan. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga The Fed menjadi faktor penting bagi pergerakan emas. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya meningkatkan biaya peluang memegang emas sehingga dapat menekan permintaan terhadap logam mulia tersebut. Sementara itu, harga logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga perak spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 64,31 per ons troi. Harga platinum turun 0,2% menjadi US$ 1.736,93 per ons troi, sedangkan palladium melemah 0,2% menjadi US$ 1.308,25 per ons troi. Pergerakan logam mulia dalam beberapa hari ke depan akan sangat dipengaruhi data ekonomi AS, terutama laporan ketenagakerjaan, perkembangan inflasi, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Selasa, 22 September 2026: 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin (21/9/2026): 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Dibanderol Rp2.628.000 per Gram
Analis Pasar: Harga Emas Terkonsolidasi dan Menguat Kembali ke Rentang US$4.500–US$5.000 per Troy Ons