Sabtu, 26 September 2026

IHSG Naik 20,844 Poin Menuju Level 6.688,735 Ditopang Penguatan Sejumlah Sektor Saham

Mhd Rabbani - Jumat, 04 September 2026 11:00 WIB
IHSG Naik 20,844 Poin Menuju Level 6.688,735 Ditopang Penguatan Sejumlah Sektor Saham
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Jumat (4/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan. Kenaikan IHSG ditopang penguatan sejumlah sektor saham serta sentimen positif dari bursa saham Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang dikutip data RTI pada pukul 09.19 WIB, IHSG naik 0,31% atau 20,844 poin ke level 6.688,735. Sebanyak 334 saham menguat, 191 saham melemah, dan 197 saham bergerak stagnan. Dengan total volume perdagangan mencapai 5,7 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,3 triliun. Enam indeks sektoral menopang pergerakan IHSG di zona hijau. Tiga sektor dengan penguatan terbesar adalah IDX-Energy yang naik 0,69%, IDX-Infra menguat 0,60%, dan IDX-Basic naik 0,42%. Saham LQ45 Top Gainers dan Losers Sejumlah saham yang tergabung dalam indeks LQ45 mencatat pergerakan signifikan pada awal perdagangan. Tiga saham dengan kenaikan terbesar antara lain: PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 1,97% menjadi Rp 9.075. PT Solusi Energi Digital Tbk (WIFI) menguat 1,44% menjadi Rp 2.120. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 1,28% menjadi Rp 790. Sementara itu, tiga saham yang mencatat penurunan terbesar adalah: PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 1,39% menjadi Rp 710. PT Astra International Tbk (ASII) melemah 1,19% menjadi Rp 4.990. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) turun 1,03% menjadi Rp 960. IHSG Berpeluang Uji 6.724 Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG telah menembus (breakout) level resistance 6.650 dan ditutup di sekitar level 6.668. Kondisi tersebut mengonfirmasi momentum bullish, dengan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang masih berada di area positif. "Selama bertahan di atas 6.650, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya. Meski demikian, posisi IHSG yang sudah relatif tinggi membuka peluang terjadinya aksi ambil untung atau profit taking dalam jangka pendek. Jadi Katalis Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat pada Jumat (4/9/2026). Data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS untuk Agustus menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Sebaliknya, data ketenagakerjaan yang solid berpotensi membuat The Fed mempertahankan sikap hawkish. Sentimen positif dari Wall Street juga menjadi katalis bagi pasar saham domestik. Pada perdagangan Kamis (3/9/2026), Dow Jones Industrial Average menguat 1,18% ke level 53.686,11. Indeks S&P 500 naik 1,06% menjadi 7.747,71, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,40% ke level 26.584,06.

Analis Pasar: IHSG Hari Ini Berpeluang Menguji Level 6.705 di perdagangan Jumat (4/9/2026)

Head of Research KISI, Muhammad Wafi, menilai penguatan IHSG pada perdagangan hari ini merupakan rebound signifikan setelah sebelumnya mengalami koreksi tipis dengan pergerakan intraday yang volatil. Dari dalam negeri, sentimen positif turut dipengaruhi oleh konfirmasi Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) serta tingkat inflasi Agustus yang masih terjaga. “Faktor domestik: konfirmasi Gubernur BI Destry Damayanti yang positive structural, inflasi Agustus masih terjaga,” ujar Wafi. Dari pasar global, penguatan mayoritas bursa Asia dan penurunan yield US Treasury juga menjadi faktor yang mendukung pasar. Situasi tersebut membuat sentimen risk-on lebih kuat dibandingkan kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik di kawasan Selat Hormuz. “Penguatan mayoritas bursa Asia hari ini, penurunan yield US Treasury (positive shift dari level tinggi kemarin), dan sentimen risk-on lebih dominan daripada kekhawatiran geopolitik Selat Hormuz,” kata Wafi. Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, juga menilai penguatan IHSG masih sejalan dengan proyeksi yang telah disampaikan sebelumnya. Selain dipengaruhi kondisi pasar global, pergerakan indeks turut didukung oleh kenaikan harga komoditas emas dan batu bara serta penguatan rupiah terhadap dolar AS. “Penguatan IHSG ini masih sejalan dengan analisis yang kami sampaikan pada report pagi, dimana masih terdapat peluang penguatan dari IHSG. Di sisi lain penguatan dari harga komoditas emas dan batu bara turut mendorong IHSG, serta nilai tukar Rupiah yang menguat terhadap USD,” ujar Herditya. Secara teknikal, Wafi melihat IHSG telah mencatatkan breakout yang signifikan setelah berhasil melewati area resistance sebelumnya di 6.635–6.666. Pergerakan indeks hingga level 6.663 menunjukkan bahwa momentum penguatan masih cukup kuat. Wafi memperkirakan area support IHSG berada pada kisaran 6.476–6.500. Sementara itu, apabila momentum penguatan terus berlanjut, resistance berikutnya diperkirakan berada di kisaran 6.700–6.730. Untuk perdagangan Jumat (4/9/2026), para analis masih melihat IHSG memiliki prospek yang cukup positif. Meski demikian, risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai setelah indeks mengalami penguatan yang cukup tajam. Herditya memperkirakan IHSG berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek. Ia menempatkan level support pada 6.655 dan resistance di 6.714. Pandangan tersebut disampaikan dalam analisis untuk perdagangan berikutnya. Sementara itu, Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguji level 6.705 pada perdagangan Jumat. Dari sisi teknikal, Alrich menetapkan resistance pada level 6.700 dan support di 6.600. “IHSG berpeluang menguji level 6.705 pada perdagangan Jumat (4/9), namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi,” tulis Alrich dalam risetnya. Sentimen eksternal masih menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan investor. Herditya menyebutkan bahwa pelaku pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan serta data pekerjaan Amerika Serikat untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi lain, eskalasi kondisi geopolitik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap distribusi energi. Wafi mengingatkan adanya risiko profit taking setelah IHSG mencatatkan kenaikan yang cukup tajam dalam sepekan terakhir. Selain perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, investor perlu memperhatikan pergerakan yield US Treasury serta keberlanjutan momentum positif dari Gubernur BI. “Given kenaikan tajam hari ini setelah sepekan rally, risiko profit taking genuinely perlu diwaspadai,” ujar Wafi. Selanjutnya, Alrich menyebut pelaku pasar akan menantikan rilis data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Jumat (4/9). Investor juga akan mencermati pertemuan OPEC+ pada 6 September yang akan membahas tingkat produksi minyak untuk Oktober. Di tengah kondisi pasar tersebut, terdapat sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati. Narasumber 1 merekomendasikan saham ASII pada kisaran 5.125–5.200, BMRI pada level 4.510–4.590, serta CDIA di kisaran 745–785. Wafi juga merekomendasikan CDIA dengan strategi trading buy pada area 660–690. Saham tersebut memiliki target harga 735 dan 765, dengan stop loss apabila ditutup di bawah level 630. Selain itu, Wafi merekomendasikan SMRA dengan area entry 316–322, target harga 336 dan 344, serta stop loss apabila ditutup di bawah 310. Sementara itu, Alrich menyarankan investor untuk mencermati sejumlah saham, yaitu JPFA, PANI, CPIN, ANTM, dan ARCI.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290