Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan hari ini Kamis (10/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi rebound di pasar spot.
Berdasarkan catatan, IHSG ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12% ke 6.678,20 pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Ada sebanyak 308 saham naik, 317 saham turun dan 169 saham stagnan.
Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa global dan regional Asia yang juga turun.
“Di sisi lain, rilis data inflasi China menguat disertai dengan rilis data IKK dan juga nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS),” ujarnya.
Sementara, menurut Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, secara teknikal, pelemahan IHSG lebih disebabkan oleh rejection di level psikologis 6.700 dan aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya.
Sentimen eksternal masih mixed, terutama dari eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak.
Sementara penguatan sejumlah komoditas seperti batubara dan tembaga masih menjadi katalis positif bagi saham berbasis komoditas.
“Dari domestik, sentimen cukup terbantu oleh kenaikan consumer confidence Indonesia ke 118,5 pada Agustus,” ujarnya.
Untuk perdagangan hari ini (10/9/2026), IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas dengan support 6.663 dan resistance 6.683.
“Investor masih mencermati akan rilis data producer price index (PPI) AS besok dan juga pergerakan nilai tukar Rupiah serta harga komoditas,” paparnya.
Reza bilang, IHSG masih cenderung konsolidasi di kisaran 6.600–6.720 untuk perdagangan hari ini. Support terdekat berada di 6.600, sementara resistance di 6.700.
Selama masih bertahan di level 6.600, peluang IHSG untuk kembali menguji 6.700 masih terbuka.
Sentimen akan banyak dipengaruhi perkembangan Timur Tengah dan pergerakan harga komoditas, khususnya minyak dan batubara.
“Investor juga akan mencermati data Retail Sales Indonesia Juli yang diperkirakan kontraksi 3,3% YoY,"
"Serta data US PPI dan consumer price index (CPI) pekan ini yang akan menjadi perhatian terkait ekspektasi arah suku bunga The Fed,” katanya.
Dia menyarankan investor untuk mencermati saham BIPI dengan target harga di Rp 175 - Rp 186 per saham, HMSP Rp 795 - Rp 820 per saham, dan TINS Rp 4.720 - Rp 4.820 per saham.
Reza merekomendasikan beli untuk TOWR, PTBA, dan ANTM dengan target harga masing-masing di Rp 490 – Rp 510 per saham, Rp 3.180 – Rp 3.240 per saham, dan Rp 3.250 – Rp 3.310 per saham.
Berita Terkait