Sabtu, 26 September 2026

IHSG Melemah 9,16 Poin Terseret ke Level 6.450,10

Mhd Rabbani - Rabu, 16 September 2026 09:53 WIB
IHSG Melemah 9,16 Poin Terseret ke Level 6.450,10
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Rabu (16/9/2026). Pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di pasar spot. Di mana IHSG melemah 9,16 poin atau 0,13% ke 6.450,10. Sebanyak 197 saham naik, 196 saham turun dan 255 saham stagnan. Hanya tiga indeks sektoral yang selamat ke zona hijau. Sedangkan delapan indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral yang menguat adalah sektor perindustrian yang naik 0,50%, sektor properti naik 0,13% dan sektor teknologi yang naik 0,02%. Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor transportasi yang turun 0,48%, sektor keuangan turun 0,38% dan sektor infrastruktur yang turun 0,30%. Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 926,74 juta saham, dengan total nilai Rp 445,57 miliar. Top gainers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (1,49%) 2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (1,28%) 3. PT Indika Energy Tbk (INDY) (1,23%) Top losers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) (-1,15%) 2. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) (-0,93%) 3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (-0,72%)

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.439 dan Resistance 6.501

[caption id="attachment_56009" align="aligncenter" width="623"]IHSG IHSG masih akan menghadapi tekanan koreksi dengan level support di 6.439 dan resistance di 6.501. Investor juga masih akan mencermati perkembangan kondisi global.[/caption] Pada perdagangan Selasa (15/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,13% ke level 6.461,15. Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Menurut Herditya, pelemahan IHSG tersebut sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa global dan regional Asia. Pergerakan pasar tersebut turut dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas minyak dan gas dunia. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil US Treasury turut meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati investor dalam melihat arah pasar saham. “Di sisi lain, UST yield juga meningkat yg juga meningkatkan probabilitas akan rate hike,” ujar Herditya. Untuk perdagangan Rabu (16/9/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih akan menghadapi tekanan koreksi dengan level support di 6.439 dan resistance di 6.501. Investor juga masih akan mencermati perkembangan kondisi global. “Kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.439 dan resistance 6.501 pada Rabu (16/9), dimana investor masih akan mengamati perkembangan kondisi global,” jelasnya. Di tengah kondisi tersebut, Herditya menyarankan investor mencermati sejumlah saham pada perdagangan Rabu. Antara lain saham BRMS pada rentang Rp 785 hingga Rp 830 per saham, INCO di kisaran Rp 5.025 hingga Rp 5.400 per saham, serta MAPA pada level Rp 675 hingga Rp 690 per saham.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290