Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (18/9/2026) harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami kenaikan.
Berdasarkan data yang dilansir dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.623.000 per gram.
Harga emas Antam itu naik Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (17/9/2026) yang ada di level Rp 2.598.000.
Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.458.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 20.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada Kamis (17/9/2026) yang ada di Rp 2.438.000 per gram.
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Jumat (18/9/2026) dan belum termasuk pajak:
Harga emas 0,5 gram: Rp 1.361.500
Harga emas 1 gram: Rp 2.623.000
Harga emas 5 gram: Rp 12.930.000
Harga emas 10 gram: Rp 25.780.000
Harga emas 25 gram: Rp 64.285.000
Harga emas 50 gram: Rp 128.405.000
Harga emas 100 gram: Rp 256.660.000
Harga emas 250 gram: Rp 641.340.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.282.400.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.563.600.000
Keterangan:
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).
Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan.
Sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar.
Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas
Harga Emas Spot Terkoreksi Tipis di Pperdagangan Jumat (18/9/2026)
Harga emas spot terkoreksi tipis pada perdagangan Jumat (18/9/2026) pagi. Pukul 07.45 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.397 per ons troi, turun tipis 0,06% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.399,70 per ons troi.
Harga emas terkoreksi tipis namun bertahan stabil di level US$ 4.300 per ons troi karena penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran tentang inflasi.
Selain itu, penurunan yield obligasi AS juga mengurangi tekanan pada emas, yang biasanya berkinerja buruk saat yield obligasi tinggi.
Mengutip Bloomberg, harga minyak turun tiga hari bertutut-turut karena gangguan pasokan di Timur Tengah diperkirakan akan mereda, sehingga mengurangi tekanan biaya energi terhadap inflasi.
Arab Saudi juga telah mengambil langkah untuk memulihkan aliran minyak melalui jalur pipa vital dalam hitungan hari.
Berita Terkait