Topikseru.com - Pemerintah Prancis memperketat pengawasan di perbatasan dengan Spanyol menyusul meningkatnya arus migran menuju wilayah Ceuta, kota otonom Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara. Langkah tersebut diambil setelah ratusan migran dilaporkan berhasil memasuki wilayah Spanyol dari Maroko.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan pemerintah telah menginstruksikan peningkatan pemeriksaan di kawasan perbatasan sebagai respons terhadap perkembangan situasi di Ceuta.
Melalui pernyataan yang diunggah di platform X pada Jumat (31/7/2026), Nunez menyebut pengawasan diperketat sejak malam sebelumnya.
"Sebagai respons atas situasi yang terjadi di Ceuta, saya telah menginstruksikan agar pengawasan di perbatasan dengan Spanyol segera diperketat. Kami juga mengaktifkan Pasukan Intervensi Cepat Perbatasan untuk melakukan pemeriksaan tambahan," ujar Nunez.
Ribuan Migran Berkumpul di Perbatasan Ceuta
Langkah Prancis diambil setelah otoritas Spanyol menghadapi lonjakan kedatangan migran di Ceuta.
Sehari sebelumnya, ribuan pemuda asal Maroko dilaporkan berkumpul di kawasan perbatasan yang memisahkan Maroko dengan wilayah Ceuta. Dari jumlah tersebut, ratusan orang berhasil memasuki wilayah Spanyol dengan berbagai cara, termasuk berenang melalui jalur laut maupun berjalan kaki melintasi titik-titik perbatasan.
Ceuta merupakan salah satu dari dua wilayah otonom Spanyol yang berada di daratan Afrika. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan Maroko menjadikan kota tersebut sebagai salah satu pintu utama masuknya migran menuju kawasan Uni Eropa.
Spanyol Tambah Personel Keamanan
Menghadapi peningkatan arus migrasi, pemerintah Spanyol memperkuat pengamanan di Ceuta dengan mengerahkan tambahan personel kepolisian, Guardia Civil, serta unsur militer.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan situasi di wilayah perbatasan sekaligus mengantisipasi gelombang migrasi lanjutan dari Afrika Utara menuju Eropa.
Ceuta selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik paling sensitif dalam isu migrasi Uni Eropa karena kerap menjadi jalur masuk bagi para pencari suaka dan migran yang ingin mencapai benua Eropa.
Italia Soroti Posisi Spanyol di Zona Schengen
Di tengah meningkatnya tekanan migrasi, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni turut memberikan tanggapan.
Meloni menilai persoalan migrasi yang terjadi di Ceuta perlu mendapat perhatian serius dari negara-negara anggota Uni Eropa. Bahkan, ia menyatakan Spanyol seharusnya dikeluarkan dari kawasan Schengen terkait persoalan tersebut.
Pernyataan tersebut diperkirakan akan memicu perdebatan baru mengenai efektivitas pengelolaan perbatasan eksternal Uni Eropa dan mekanisme kawasan Schengen yang selama ini memungkinkan mobilitas lintas negara tanpa pemeriksaan paspor di sebagian besar wilayah Eropa.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Spanyol maupun institusi Uni Eropa mengenai usulan yang disampaikan Meloni.
Berita Terkait