Topikseru.com - Korban jiwa di Jalur Gaza terus bertambah meski kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 74.018 warga Palestina tewas dan 175.079 lainnya terluka sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Data tersebut merupakan laporan terbaru otoritas kesehatan di Gaza yang dikutip kantor berita Palestina WAFA pada Minggu, 27 September 2026. Dalam 48 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima dua jenazah dan 11 korban luka.
Angka itu sekaligus menunjukkan bahwa korban jiwa masih tercatat setelah gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025.
Baca Juga:
Pada periode yang sama, tim penyelamat telah mengevakuasi 834 jenazah dari bawah reruntuhan.
Angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan jumlah korban yang terdampak. Otoritas kesehatan Palestina menyebut masih terdapat korban yang berada di bawah reruntuhan maupun di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau oleh petugas medis dan tim penyelamat.
Keterbatasan akses ke sejumlah lokasi membuat proses pencarian dan evakuasi korban berlangsung sulit.
Dari tujuh korban meninggal yang tercatat ketika itu, enam merupakan kematian baru dan satu orang meninggal akibat luka yang sebelumnya diderita.
Pada saat laporan tersebut diterbitkan, akumulasi korban sejak 7 Oktober 2023 tercatat 74.016 tewas dan 175.068 luka. Setelah pembaruan berikutnya, angka tersebut meningkat menjadi 74.018 tewas dan 175.079 luka.
Perbedaan angka antarpembaruan tersebut menunjukkan bahwa pencatatan korban di Gaza masih terus diperbarui, termasuk ketika identitas dan kondisi korban sebelumnya baru dapat diverifikasi.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi korban yang dilaporkan otoritas kesehatan Palestina di Gaza. Data itu mencakup korban yang diterima fasilitas kesehatan selama periode konflik.
Kondisi di lapangan juga membuat pencatatan korban menjadi persoalan tersendiri. Sebagian korban masih berada di lokasi yang sulit dijangkau sehingga belum dapat segera dievakuasi atau dicatat dalam laporan rumah sakit.
Otoritas kesehatan Palestina menyatakan sejumlah korban masih berada di bawah puing-puing bangunan. Sebagian lainnya dilaporkan berada di jalan dan belum dapat dijangkau ambulans maupun tim penyelamat.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa proses evakuasi tidak berhenti pada pencatatan korban yang sudah tiba di rumah sakit. Tim penyelamat juga masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Hingga pembaruan 27 September, 834 jenazah telah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan sejak periode gencatan senjata.
Dalam laporan 27 September, otoritas kesehatan Gaza kembali menaikkan angka kumulatif korban menjadi 74.018 tewas dan 175.079 luka.
Dengan demikian, angka korban yang muncul dalam laporan sebelumnya sebesar 74.016 tewas dan 175.068 luka telah diperbarui.
Perkembangan tersebut menjadi catatan penting dalam melihat kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza setelah lebih dari dua tahun konflik.
Dalam pemberitaan ini, angka korban merujuk pada data otoritas kesehatan Palestina di Gaza dan laporan WAFA. Jumlah tersebut tidak dengan sendirinya menetapkan kesimpulan hukum mengenai kategori kejahatan yang dilakukan.
Yang tercatat secara faktual adalah terus bertambahnya jumlah korban tewas dan luka serta masih adanya korban yang belum dapat dievakuasi dari sejumlah lokasi di Gaza.
Situasi itu membuat data kematian, korban luka, serta proses pencarian jenazah tetap menjadi indikator penting dalam memantau dampak konflik terhadap penduduk sipil.