Minggu, 27 September 2026
Bela Palestina

Korban Tewas di Gaza Tembus 74.018, 1.417 Tewas Sejak Gencatan Senjata

Muchlis - Minggu, 27 September 2026 22:01 WIB
Korban Tewas di Gaza Tembus 74.018, 1.417 Tewas Sejak Gencatan Senjata
Ilustrasi - Korban tewas di Gaza mencapai 74.018 orang sejak 7 Oktober 2023

Topikseru.com - Korban jiwa di Jalur Gaza terus bertambah meski kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 74.018 warga Palestina tewas dan 175.079 lainnya terluka sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Data tersebut merupakan laporan terbaru otoritas kesehatan di Gaza yang dikutip kantor berita Palestina WAFA pada Minggu, 27 September 2026. Dalam 48 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima dua jenazah dan 11 korban luka.

Angka itu sekaligus menunjukkan bahwa korban jiwa masih tercatat setelah gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025.

Baca Juga:

1.417 Orang Tewas Setelah Gencatan Senjata

Menurut data otoritas kesehatan Palestina, sedikitnya 1.417 warga Palestina tewas dan 4.964 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.

Pada periode yang sama, tim penyelamat telah mengevakuasi 834 jenazah dari bawah reruntuhan.

Angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan jumlah korban yang terdampak. Otoritas kesehatan Palestina menyebut masih terdapat korban yang berada di bawah reruntuhan maupun di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau oleh petugas medis dan tim penyelamat.

Keterbatasan akses ke sejumlah lokasi membuat proses pencarian dan evakuasi korban berlangsung sulit.

Tujuh Korban dan 38 Luka dalam Laporan Sebelumnya

Sehari sebelumnya, otoritas kesehatan Gaza melaporkan rumah sakit di seluruh wilayah tersebut menerima tujuh jenazah dan 38 korban luka dalam 48 jam.

Dari tujuh korban meninggal yang tercatat ketika itu, enam merupakan kematian baru dan satu orang meninggal akibat luka yang sebelumnya diderita.

Pada saat laporan tersebut diterbitkan, akumulasi korban sejak 7 Oktober 2023 tercatat 74.016 tewas dan 175.068 luka. Setelah pembaruan berikutnya, angka tersebut meningkat menjadi 74.018 tewas dan 175.079 luka.

Perbedaan angka antarpembaruan tersebut menunjukkan bahwa pencatatan korban di Gaza masih terus diperbarui, termasuk ketika identitas dan kondisi korban sebelumnya baru dapat diverifikasi.

Puluhan Ribu Korban Luka

Selain jumlah korban meninggal, angka 175.079 orang terluka menjadi bagian lain dari dampak konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi korban yang dilaporkan otoritas kesehatan Palestina di Gaza. Data itu mencakup korban yang diterima fasilitas kesehatan selama periode konflik.

Kondisi di lapangan juga membuat pencatatan korban menjadi persoalan tersendiri. Sebagian korban masih berada di lokasi yang sulit dijangkau sehingga belum dapat segera dievakuasi atau dicatat dalam laporan rumah sakit.

Korban di Bawah Reruntuhan Belum Seluruhnya Dievakuasi

Reruntuhan bangunan menjadi salah satu persoalan dalam proses pencarian korban di Gaza.

Otoritas kesehatan Palestina menyatakan sejumlah korban masih berada di bawah puing-puing bangunan. Sebagian lainnya dilaporkan berada di jalan dan belum dapat dijangkau ambulans maupun tim penyelamat.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa proses evakuasi tidak berhenti pada pencatatan korban yang sudah tiba di rumah sakit. Tim penyelamat juga masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Hingga pembaruan 27 September, 834 jenazah telah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan sejak periode gencatan senjata.

Angka Korban Terus Diperbarui

Laporan mengenai jumlah korban di Gaza bersifat dinamis. Data dapat berubah setelah otoritas kesehatan melakukan verifikasi terhadap korban yang sebelumnya belum tercatat atau memperbarui data dari rumah sakit.

Dalam laporan 27 September, otoritas kesehatan Gaza kembali menaikkan angka kumulatif korban menjadi 74.018 tewas dan 175.079 luka.

Dengan demikian, angka korban yang muncul dalam laporan sebelumnya sebesar 74.016 tewas dan 175.068 luka telah diperbarui.

Perkembangan tersebut menjadi catatan penting dalam melihat kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza setelah lebih dari dua tahun konflik.

Istilah Genosida Menjadi Bagian dari Perdebatan Internasional

Sejumlah pihak dan lembaga menggunakan istilah genosida untuk menggambarkan tindakan Israel di Gaza, sementara penggunaan istilah tersebut juga menjadi bagian dari proses dan perdebatan hukum internasional.

Dalam pemberitaan ini, angka korban merujuk pada data otoritas kesehatan Palestina di Gaza dan laporan WAFA. Jumlah tersebut tidak dengan sendirinya menetapkan kesimpulan hukum mengenai kategori kejahatan yang dilakukan.

Yang tercatat secara faktual adalah terus bertambahnya jumlah korban tewas dan luka serta masih adanya korban yang belum dapat dievakuasi dari sejumlah lokasi di Gaza.

Situasi itu membuat data kematian, korban luka, serta proses pencarian jenazah tetap menjadi indikator penting dalam memantau dampak konflik terhadap penduduk sipil.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Sugiono Desak Dunia Bertindak, Indonesia Soroti Status Quo Yerusalem
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Palestina Terus Terluka, Masihkah Hati Kita Tertaut dengan Mereka?
Komisi PBB Tuduh Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina di Gaza
Presiden Lebanon dan Wakil Presiden AS Bahas Gencatan Senjata Israel-Hizbullah
UNICEF Sebut 265 Anak Palestina Tewas Meski Gaza Dalam Status Gencatan Senjata
Prabowo Terima Telepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina