Topikseru.com - Ketahui kapan puasa Ramadan 2026 dimulai, berapa lama berlangsung, dan kenapa penetapannya bisa berubah. Lengkap dengan panduan sidang itsbat Kemenag RI.
Puasa Ramadan 2026 menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari menjelang pergantian tahun.
Umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia menantikan kepastian kapan Ramadan 1447 Hijriah dimulai, kapan salat Tarawih pertama dilakukan, serta prediksi tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026.
Baca Juga:
Dalam artikel ini, kami sajikan informasi lengkap berdasarkan prediksi kalender Hijriah dan hasil observasi astronomi, yang tentunya akan disahkan dalam sidang itsbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah global, puasa Ramadan 2026 diperkirakan dimulai pada Rabu, 17 Februari 2026. Dengan demikian, salat Tarawih pertama akan dilaksanakan pada malam hari sebelumnya, yaitu Selasa malam, 16 Februari 2026.
Namun, prediksi ini masih bersifat tentatif dan dapat berubah tergantung hasil rukyat hilal serta keputusan resmi dalam sidang itsbat nasional. Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk menunggu pengumuman resmi Kemenag RI sebagai pedoman utama.
Jika dihitung dari hari ini, 7 Agustus 2025, maka puasa Ramadan 2026 akan dimulai dalam 194 hari lagi. Hitungan ini berdasarkan asumsi bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 17 Februari 2026. Namun, jumlah hari tersebut bisa mengalami perubahan karena bergantung pada pengamatan hilal yang berbeda-beda di tiap wilayah.
Agar tidak tertinggal update terkini, kami menyarankan umat Islam menggunakan aplikasi kalender Hijriah digital atau mengikuti informasi resmi dari Kementerian Agama.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, durasi puasa Ramadan bisa berlangsung antara 29 hingga 30 hari, tergantung hasil pengamatan hilal di akhir bulan Ramadan. Jika Ramadan 2026 dimulai pada 17 Februari, maka Idul Fitri 1447 H kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Namun, jika hilal belum terlihat pada 29 Ramadan, maka puasa digenapkan hingga 30 hari dan Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Perubahan tanggal puasa Ramadan bukanlah hal yang baru. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah:
Hisab: Menggunakan perhitungan matematis dan astronomis untuk memprediksi posisi bulan.
Rukyat: Pengamatan langsung terhadap kemunculan hilal (bulan sabit) di ufuk barat setelah matahari terbenam.
Jika hilal terlihat pada 29 Syaban, maka keesokan harinya akan langsung menjadi 1 Ramadan. Namun, bila tidak terlihat, maka Syaban digenapkan menjadi 30 hari, dan puasa dimulai satu hari kemudian.
Kalender Hijriah menggunakan siklus bulan (lunar calendar), sementara kalender Masehi menggunakan siklus matahari (solar calendar). Perbedaan ini membuat Ramadan selalu maju sekitar 10–11 hari setiap tahun dalam kalender Masehi.
Contoh pergeseran:
Ramadan 2025: dimulai 28 Februari 2025
Ramadan 2026: diperkirakan dimulai 17 Februari 2026
Ramadan 2027: diperkirakan dimulai awal Februari 2027
Perbedaan ini menjadi alasan penting mengapa kita perlu memantau jadwal puasa setiap tahun.
Dengan asumsi Ramadan berlangsung selama 29 hari, maka malam takbiran 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu malam, 18 Maret 2026, dan Hari Raya Idul Fitri pada Kamis, 19 Maret 2026.
Namun, apabila Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, maka:
Malam takbiran: Kamis malam, 19 Maret 2026
Idul Fitri: Jumat, 20 Maret 2026
Untuk kepastian, kita harus menunggu keputusan sidang itsbat akhir Ramadan.
Sidang itsbat adalah forum resmi yang diadakan Kementerian Agama RI untuk menetapkan:
Awal Ramadan
Awal Syawal (Idul Fitri)
Awal Dzulhijjah (Idul Adha)
Sidang ini melibatkan:
Ahli astronomi dan falak
Perwakilan ormas Islam
Lembaga pemerintah
Duta besar negara-negara sahabat
Keputusan dari sidang ini bersifat nasional dan wajib diikuti oleh seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjaga keseragaman dan ukhuwah Islamiyah.
Mengetahui tanggal puasa sejak awal membantu umat Islam mempersiapkan diri secara spiritual:
Membayar utang puasa
Meningkatkan tadarus dan ibadah sunnah
Menyusun target ibadah selama Ramadan
Puasa berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, seperti:
Jam kerja yang berubah
Libur sekolah dan kegiatan anak
Pengaturan waktu berbuka bersama dan Tarawih
Mengetahui jadwal puasa lebih awal sangat membantu dalam:
Menyusun anggaran untuk kebutuhan sahur dan berbuka
Membayar zakat fitrah tepat waktu
Persiapan mudik dan keperluan Hari Raya
Meskipun umat Islam satu aqidah, penetapan awal Ramadan bisa berbeda antarnegara karena perbedaan metode:
| Negara | Metode Penetapan |
|---|---|
| Arab Saudi | Rukyat Global |
| Indonesia | Kombinasi Hisab & Rukyat |
| Turki | Hisab Astronomis |
| Malaysia | Hisab & Rukyat |
Bagi Anda yang ingin merencanakan liburan atau mudik, berikut tanggal penting seputar Ramadan dan Lebaran 2026:
Selasa, 16 Februari 2026 – Malam Tarawih pertama
Rabu, 17 Februari 2026 – Awal puasa Ramadan (prediksi)
Rabu, 18 Maret 2026 – Malam takbiran (jika Ramadan 29 hari)
Kamis, 19 Maret 2026 – Idul Fitri (prediksi)
Jumat, 20 Maret 2026 – Alternatif Idul Fitri jika Ramadan 30 hari
Pantau juga tanggal merah nasional agar bisa menyusun agenda kerja dan libur dengan lebih baik.
Ramadan 2026 adalah momen suci yang diperkirakan akan dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir sekitar 19 atau 20 Maret 2026, tergantung hasil sidang itsbat Kemenag RI. Dengan mengetahui jadwal lebih awal, kita bisa menyambut bulan penuh berkah ini dengan lebih matang secara spiritual, mental, dan logistik.
Mari jadikan Ramadan 1447 Hijriah sebagai tonggak perbaikan diri, memperbanyak amal, dan memperkuat ukhuwah dengan sesama. Tetap pantau informasi resmi dari Kemenag untuk update terkini, dan manfaatkan waktu menuju Ramadan dengan persiapan yang terbaik. (*)