Sabtu, 26 September 2026

Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Terkendala, RS Polri Gunakan Metode DNA hingga Sidik Jari

Muchlis - Selasa, 28 April 2026 18:53 WIB
Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Terkendala, RS Polri Gunakan Metode DNA hingga Sidik Jari
kecelakaan KRL Bekasi Timur
Topikseru.com, Jakarta - Proses identifikasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri Kramat Jati menyebut alat biometrik belum mampu membaca seluruh identitas korban secara langsung. Kepala RS Polri, Prima Heru Yulihartono, mengatakan hambatan utama terjadi saat penggunaan Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (MAMBIS), perangkat canggih yang biasa digunakan untuk identifikasi cepat. "Pada saat kita cek menggunakan MAMBIS, identitasnya tidak langsung keluar. Ini menjadi salah satu kendala yang masih kami dalami," ujar Prima dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2026). [irp posts="41554" ]

Kondisi Jenazah Jadi Tantangan Tambahan

Selain kendala teknologi, kondisi fisik korban juga mempersulit proses identifikasi. Beberapa jenazah mengalami kerusakan pada bagian wajah, khususnya kepala, sehingga pengenalan visual tidak dapat dilakukan secara optimal. Meski demikian, tim DVI tidak berhenti pada satu metode. Mereka mengombinasikan berbagai teknik identifikasi seperti:
  • Sidik jari
  • Rekam medis gigi
  • Uji DNA
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

14 Korban Meninggal, Puluhan Luka-Luka

Berdasarkan data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan antara kereta Commuter Line dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek mencapai 14 orang. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut data tersebut dihimpun hingga Selasa pagi. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan. Seluruh korban meninggal dunia kini berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lanjutan. [irp posts="41447" ]

Keluarga Diminta Segera Melapor

Hingga saat ini, RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari. Sebanyak tujuh keluarga korban juga telah melapor ke posko DVI. Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang dan membawa data pembanding, seperti:
  • Kartu identitas
  • Rekam medis
  • Data gigi atau DNA keluarga
Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat proses pencocokan identitas korban.

Sumber
:
Berita Terkait
Ombudsman Soroti Lemahnya Mitigasi Keselamatan Usai Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Setelah GERD Kambuh Usai Penangkapan
Viral Penumpang KRL Pergoki Pria Bersembunyi di Bawah Peron Stasiun Kebayoran, KAI Commuter Buka Suara
Kisah Arinjani Novita Sari, Korban Tabrakan KRL Bekasi Timur: Motor Pulang Tanpa Pemilik
Misteri Taksi Listrik Mogok di Rel: Pakar ITB Ungkap Sejumlah Kemungkinan Teknis di Balik Tragedi Bekasi
Kemenhub: Taksi Green SM Dievaluasi Usai Insiden Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi