Kamis, 24 September 2026

Pilot WN Amerika Korban Serangan OPM di Yahukimo Dievakuasi ke Timika

Muchlis - Jumat, 03 Juli 2026 17:16 WIB
Pilot WN Amerika Korban Serangan OPM di Yahukimo Dievakuasi ke Timika
pilot amerika
Topikseru.com - Prajurit TNI berhasil mengevakuasi jenazah Kapten Pilot Nicholas F Goselin, warga negara Amerika Serikat yang menjadi korban serangan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pilot pesawat jenis Pilatus dengan nomor registrasi PK-RCY milik PT AMA itu sebelumnya dilaporkan tewas saat pesawat yang dikemudikannya mendarat di Bandara Ipdeheik, Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kamis (2/7/2026). Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengatakan proses evakuasi jenazah berhasil dilakukan pada Jumat pagi menggunakan helikopter TNI. "Jenazah berhasil dievakuasi oleh pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III pada Jumat pukul 08.00 WIT dan saat ini sedang dilakukan pemulasaraan di Rumah Sakit TNI AD Timika," kata Lucky dalam keterangannya di Timika, Jumat (3/7/2026).

TNI Pastikan Situasi Lokasi Sudah Kondusif

Lucky menjelaskan proses evakuasi dilakukan setelah personel Satgas TNI berhasil mengamankan area sekitar lokasi kejadian dan memastikan situasi di permukiman warga kembali kondusif. Menurut dia, keberhasilan proses evakuasi juga tidak lepas dari dukungan masyarakat setempat, termasuk tokoh adat dan tokoh agama di wilayah tersebut. TNI juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang membantu mengamankan tujuh penumpang pesawat yang selamat dalam insiden tersebut. Ketujuh penumpang itu diketahui bernama Eston Sibolim, Kwenang Sobolim, Tonu Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso. "Terima kasih kepada masyarakat dan tokoh adat yang turut membantu proses evakuasi serta pengamanan penumpang pesawat," ujar Lucky.

TNI Soroti Aksi Kekerasan Kelompok Bersenjata

Lucky menilai tindakan penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Elkius Kobak merupakan aksi di luar batas kemanusiaan. Dia menyebut aksi kekerasan tersebut justru menjadi hambatan bagi pembangunan dan stabilitas keamanan di Papua. Menurut Lucky, dukungan masyarakat Papua terhadap aparat keamanan menjadi sinyal kuat bahwa kelompok separatis bersenjata semakin kehilangan ruang gerak. "Kami mengingatkan seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan aksi kekerasan, meletakkan senjata, dan kembali ke pangkuan NKRI," katanya.

TNI Tegaskan Akan Bertindak Tegas

Panglima Kogabwilhan III menegaskan TNI akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok bersenjata apabila situasi mengancam keselamatan masyarakat. Namun demikian, tindakan yang dilakukan tetap mengacu pada aturan hukum dan prinsip hak asasi manusia. Lucky menegaskan keamanan wilayah Papua menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah timur Indonesia. "Papua tidak dibangun dengan teror dan kekerasan, melainkan dengan semangat persatuan, gotong royong, dan rasa aman bagi masyarakat," ujarnya.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
20.000 Peserta IKuti Fun Run 5K HUT TNI
Jenazah Aris Sanda Korban OPM di Habema Diterbangkan ke Makassar
Tiba di Priok, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bakal Berganti Nama KRI Sriwijaya
Pembunuh 3 ASN Jayawijaya Teridentifikasi dari Video Call: Anggota KKB Anak Buah Egianus Kogoya
Sisir Selat Sunda, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Profil Jenderal Besar AH Nasution, Arsitek Strategi Militer dan Pahlawan Nasional