Senin, 28 September 2026
Bencana Alam

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara: 13 Desa Terendam, Akses Transportasi Lumpuh

Muchlis - Minggu, 27 September 2026 00:13 WIB
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara: 13 Desa Terendam, Akses Transportasi Lumpuh
Foto: Dok.Humas BPBA
Salah satu jembatan di Aceh Tenggara yang rusak akibat banjir, Sabtu (26/9/2026).

Topikseru.com,Aceh - Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, sejak Sabtu (26/9/2026) malam, memicu luapan air sungai hingga merendam permukiman warga dan merusak sejumlah infrastruktur vital.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, sedikitnya 13 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor. Luapan air dipicu oleh meningkatnya debit secara drastis pada Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengonfirmasi bahwa debit air mulai melimpah ke kawasan permukiman akibat daya tampung sungai yang tak lagi memadai.

Baca Juga:

"Tingginya curah hujan di Aceh Tenggara mengakibatkan debit air Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga mengalami peningkatan signifikan hingga meluap," ujar Bahron saat memberikan keterangan resmi di Banda Aceh, Minggu (27/9/2026).

Adapun rincian wilayah yang tergenang meliputi Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Kisam Gabungan (Kecamatan Lawe Sumur); Desa Maha Singkil (Kecamatan Bukit Tusam); serta Desa Terutung Seperai, Pancar Iman, Kuta Seri, Bambel Gabungan, dan Lembah Haji (Kecamatan Bambel).

Selain itu, banjir juga melanda Desa Kati Maju (Kecamatan Ketambe); Desa Mbarung dan Batu Mbulan I (Kecamatan Babussalam); Desa Simpang Empat Tanjung (Kecamatan Darul Hasanah); dan Desa Pulonas Baru (Kecamatan Lawe Bulan).

Jalur Lintas dan Jembatan Rusak Berat

Dampak bencana kali ini tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus beberapa jalur mobilitas antarkecamatan hingga jalan nasional.

Jaringan transportasi terganggu akibat tanah longsor, abrasi, hingga jembatan yang hanyut diterjang arus.

Di Kecamatan Ketambe, material longsor menutupi ruas jalan penghubung Kutacane - Blangkejeren di Desa Kati Maju dan menyebabkan tiang listrik PLN roboh.

Sementara di Desa Pancar Iman dan Terutung Megara Lawe Pasaran, benteng tanggul Sungai Lawe Kisam jebol sehingga air masuk ke kawasan permukiman.

Kerusakan parah juga terjadi pada fasilitas penyeberangan:

  • Jembatan Natam - Simpang IV Tanjung serta Jembatan Mbarung hanyut tergerus arus sungai, membuat akses menuju Kecamatan Lawe Alas tak bisa dilalui.
  • Oprit Jembatan Mbarung Datuk - Lawe Sikap mengalami amblas, sehingga kendaraan roda empat dilarang melintas.
  • Akses Jalan Pulonas Baru menuju Lawe Rutung mengalami abrasi sepanjang 50 meter akibat terkikis arus Sungai Lawe Bulan.
  • Jembatan rangka baja Biakmuli (jalan nasional) mulai menunjukkan tanda-tanda amblas pada bagian badan jalannya.

Puluhan Hektar Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen

Bencana hidrometeorologi ini berdampak langsung pada 52 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 203 jiwa.

Pihak BPBA memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian ini.

Kendati demikian, sektor pertanian warga mengalami kerugian signifikan. Luapan air merendam sedikitnya 50 hektar lahan produktif, yang terdiri dari 40 hektar area pertanian di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya, serta 10 hektar area persawahan di Desa Kisam Gabungan.

Penanganan Darurat di Lapangan

Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna melakukan pendataan serta tindakan penanggulangan awal.

Satu unit alat berat jenis ekskavator dialokasikan ke lokasi tanggul jebol di Desa Pancar Iman untuk melakukan penutupan darurat sekaligus normalisasi aliran Sungai Lawe Kisam.

"Petugas TRC di lapangan juga terus berupaya memotong dan membersihkan pohon tumbang yang menutupi jalan nasional Kutacane - Blangkejeren, tepatnya di kawasan Tanjakan Gurah Ketambe, agar akses jalan bisa segera dipulihkan," kata Bahron.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara: 13 Desa Terendam, Akses Transportasi Lumpuh
Wapres Gibran Minta Cicilan Warga Korban Banjir Solok Diringankan
Korban Terakhir Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Banjir Bandang Solok Resmi Berakhir
Banjir Bandang Arosuka Putuskan Jalur Solok-Padang, Pengendara Dialihkan ke Padang Panjang
Wali Kota Medan Tegaskan P-APBD 2026 Difokuskan untuk Atasi Banjir Hingga Infrastuktur
Banjir Bandang Terjang Arosuka Solok: Kantor Bupati Terendam, Jalur Utama Lumpuh