Minggu, 04 Oktober 2026

50 Jasad KM Virgo Transpor 8 Dievakuasi Penyelam, Basarnas Hentikan Pencarian Bawah Air

Muchlis - Minggu, 04 Oktober 2026 07:05 WIB
50 Jasad KM Virgo Transpor 8 Dievakuasi Penyelam, Basarnas Hentikan Pencarian Bawah Air
Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/10/2026) malam.

Topikseru.com - Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki babak baru setelah Basarnas mengevaluasi efektivitas pencarian bawah air yang telah berlangsung selama 21 hari.

Tim penyelam gabungan tercatat berhasil mengevakuasi 50 jasad korban dari dalam kapal yang tenggelam di Laut Jawa.

Namun, Basarnas kini menghentikan operasi penyelaman ke dalam bangkai kapal. Keputusan itu diambil setelah kondisi kapal semakin tidak stabil dan risiko terhadap keselamatan penyelam dinilai semakin besar.

Baca Juga:

Meski metode penyelaman dihentikan, operasi SAR KM Virgo Transport 8 tidak ditutup. Pencarian terhadap korban yang masih hilang tetap dilanjutkan dengan strategi berbeda.

50 Korban Berhasil Dievakuasi dari Dalam Kapal

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan penyelaman menjadi salah satu metode penting dalam proses pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8.

Sejak mulai dilakukan sekitar hari ketiga setelah kecelakaan, tim penyelam menjalankan rata-rata empat hingga lima sortie per hari.

Dalam setiap sortie, Basarnas mengerahkan dua sampai tiga tim. Masing-masing tim terdiri atas lima penyelam.

Hasilnya, hingga hari ke-21 operasi SAR, sebanyak 50 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi melalui metode penyelaman.

Namun, kondisi di dalam kapal membuat pencarian semakin sulit.

Penyelam hanya mampu melakukan penetrasi sekitar 10 hingga 15 meter ke bagian dalam bangkai kapal. Setelah itu, pergerakan mereka terhambat oleh berbagai barang, material, dan debris yang memenuhi ruang kapal.

Sejumlah akses melalui jendela memang telah dibuka. Akan tetapi, setelah memasuki hari ke-19, tidak lagi ditemukan korban melalui akses tersebut.

Bangkai Kapal Makin Berisiko untuk Penyelam

Kesulitan utama bukan hanya soal menemukan korban.

Basarnas juga harus memperhitungkan keselamatan penyelam yang bekerja di lingkungan bawah laut dengan kondisi yang semakin tidak bersahabat.

Struktur KM Virgo Transport 8 disebut masih dapat mengalami perubahan posisi, termasuk perubahan trim dan kemiringan kapal.

Situasi tersebut menjadi risiko serius karena perubahan posisi kapal secara tiba-tiba dapat membahayakan penyelam yang sedang berada di dalam bangkai kapal.

Selain itu, jarak pandang di dalam kapal sangat terbatas akibat sedimen dan debris.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyelam mengalami disorientasi. Di dalam kapal juga terdapat benda-benda tajam yang berpotensi menyebabkan luka serta risiko kontaminasi akibat tumpahan minyak dan material lainnya.

Kedalaman 27 Meter Batasi Waktu Penyelaman

Faktor kedalaman juga menjadi persoalan tersendiri.

Bangkai kapal berada di kedalaman sekitar 27 meter. Dengan peralatan scuba yang digunakan, waktu kerja penyelam diperkirakan tidak lebih dari 20 menit dalam satu kali penyelaman.

Artinya, setiap penyelaman harus dilakukan dengan perhitungan yang sangat ketat.

Penyelam tidak hanya mengejar target pencarian, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi kapal, kedalaman, visibilitas, debris, potensi kontaminasi, hingga keterbatasan waktu kerja.

Basarnas menilai pencarian korban tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan keselamatan personel yang berada di bawah air.

Tiga Hari Terakhir Tak Ada Korban Ditemukan

Keputusan menghentikan penyelaman juga berkaitan dengan hasil pencarian beberapa hari terakhir.

Basarnas menyebut tiga hari terakhir operasi penyelaman tidak lagi menemukan korban.

Selain itu, kondisi jasad korban yang berada di dalam kapal telah mengalami perubahan.

Menurut Basarnas, pada hari-hari awal korban yang dikeluarkan dari dalam kapal masih memungkinkan untuk terapung sehingga dapat diterima tim di permukaan.

Namun, kondisi tersebut kini berbeda.

Basarnas menilai apabila korban dikeluarkan dari dalam kapal dalam kondisi saat ini, jasad dapat terurai sehingga proses evakuasi bawah air tidak lagi efektif dilakukan dengan metode yang sama.

55 Korban Masih Dicari

Hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat sebanyak 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Rinciannya:

  • 108 orang selamat
  • 80 orang meninggal dunia
  • 55 orang masih dalam pencarian
Dengan demikian, meski operasi bawah air dihentikan, misi pencarian 55 korban KM Virgo yang masih hilang belum berakhir.

Pencarian Dialihkan ke Jalur Hanyut dan Pesisir

Setelah mengevaluasi perkembangan operasi selama 21 hari, Basarnas mengubah fokus pencarian.

Tim kini akan memperhatikan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat korban terbawa arus, termasuk wilayah perairan dan pesisir.

Area pencarian mencakup wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.

Basarnas juga akan melakukan penilaian ulang terhadap kemungkinan lokasi korban berdasarkan temuan selama operasi sebelumnya.

Fokusnya bukan sekadar menambah jumlah personel, tetapi menentukan kembali area yang paling memungkinkan menghasilkan temuan.

Operasi SAR KM Virgo Tetap Dilanjutkan

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan operasi pencarian tidak dihentikan atau ditutup setelah memasuki hari ke-21.

Pelaksanaannya akan dibuat lebih fleksibel sesuai perkembangan di lapangan dan kebutuhan personel.

Posko Banjarmasin tetap menjadi salah satu pusat operasi. Unsur SAR yang sejak awal terlibat juga tetap mendukung pencarian, termasuk Basarnas, TNI, Polri, unsur kesyahbandaran, pihak pemilik kapal, serta potensi SAR lainnya.

Sebelumnya, operasi SAR KM Virgo Transport 8 telah diperpanjang dua kali, masing-masing selama tujuh hari, hingga mencapai hari ke-21.

Kini, setelah kemampuan maksimal penyelaman terhadap bangkai kapal dilakukan, strategi pencarian diarahkan pada kemungkinan korban berada di lokasi lain.

Menunggu Langkah Salvage Kapal

Basarnas juga berharap proses salvage atau pengangkatan badan kapal dapat segera dilakukan oleh pemilik kapal.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah masih terdapat korban di bagian bangkai kapal yang belum dapat dijangkau penyelam.

Pasalnya, masih ada bagian kapal yang belum tersentuh, termasuk area lambung kiri. Namun, kondisi badan kapal yang semakin labil membuat penyelaman lanjutan dinilai terlalu berisiko bagi personel.

Karena itu, pengangkatan kapal dapat menjadi salah satu opsi untuk membuka kemungkinan pencarian di bagian yang selama ini sulit dijangkau.

Bagi tim SAR, berakhirnya pencarian bawah air bukan berarti pencarian 55 korban KM Virgo Transport 8 selesai.

Setelah 21 hari operasi, medan pencarian memang berubah. Dari sebelumnya berfokus pada bangkai kapal, Basarnas kini harus memperluas pencarian ke jalur kemungkinan hanyut, wilayah permukaan, dan pesisir.

Dengan 188 korban telah ditemukan dan 55 lainnya masih dalam pencarian, operasi SAR KM Virgo Transport 8 masih menyisakan pekerjaan besar untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarga.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam, Polisi Tetapkan 4 Tersangka
4 Jasad KM Virgo Transport 8 Ditemukan, SAR Perluas Penyisiran di Kalteng
Kapal Wisata KM Yukai Tenggelam di Labuan Bajo: Polairud Periksa Nakhoda, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar
Korban Terakhir Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Banjir Bandang Solok Resmi Berakhir
KSOP Luruskan Data 22 Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Ternyata Ada di Manifes
Penyelam Bongkar Kamar KM Virgo, Banyak Korban Masih Terjebak di Dalam Bangkai Kapal