Selasa, 03 November 2026

Pria Tenggelam di Pantai Siporoporo Simalungun Ditemukan di Kedalaman 17 Meter

Muchlis - Selasa, 03 November 2026 06:05 WIB
Pria Tenggelam di Pantai Siporoporo Simalungun Ditemukan di Kedalaman 17 Meter
Foto: Humas Basarnas Medan
Tim SAR gabungan mengevakuasi Mangantar Napitupulu yang ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Siporoporo, Simalungun.

Topikseru.com - Aktivitas berenang bersama rekan-rekan gereja di Pantai Siporoporo, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), berakhir tragis. Seorang pria lanjut usia bernama Mangantar Napitupulu (66) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di perairan tersebut.

Tim SAR gabungan menemukan jasad korban melalui operasi penyelaman pada kedalaman sekitar 17 meter. Proses pencarian berlangsung setelah keluarga melaporkan kejadian itu kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan korban ditemukan setelah tim melakukan penyisiran perairan dan pencarian bawah air di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga:

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian melalui penyisiran perairan dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian," ujar Hery dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Senin (2/11/2026).

Diduga Kelelahan Saat Berenang Menuju Tepi Danau

Peristiwa tersebut bermula ketika Mangantar Napitupulu berenang bersama rekan-rekan gerejanya di Pantai Siporoporo, Desa Togu Domu Nauli, pada 31 Oktober 2026.

Saat berenang menuju tepi danau, korban diduga mengalami kelelahan hingga akhirnya tenggelam. Rekan-rekan korban bersama warga setempat sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Keluarga kemudian meminta bantuan tim SAR untuk mencari keberadaan korban.

Menurut Hery, laporan resmi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada pukul 15.10 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, Tim Rescue Pos SAR Danau Toba langsung diberangkatkan menuju lokasi.

Tiga Unit SAR Dikerahkan, Pencarian Dilakukan hingga Bawah Air

Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan asesmen dan menentukan strategi pencarian.

Operasi kemudian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing unit menjalankan tugas pencarian di area perairan, penyisiran darat di sekitar lokasi hingga arah hilir, serta penyelaman.

Penyisiran dilakukan untuk memperluas area pencarian, sementara penyelaman difokuskan pada bagian perairan yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam.

Setelah melakukan berbagai upaya, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Mangantar di bawah permukaan air.

Korban ditemukan pada kedalaman sekitar 17 meter dari permukaan danau. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang dilakukan tim gabungan.

Korban Dievakuasi Dini Hari dan Diserahkan kepada Keluarga

Setelah ditemukan, proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pada pukul 00.20 WIB, korban berhasil dibawa ke darat.

Jenazah selanjutnya diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi fisik dan faktor keselamatan ketika beraktivitas di perairan, terutama saat berenang di kawasan danau atau lokasi wisata alam.

Basarnas Ingatkan Warga Utamakan Keselamatan di Perairan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di perairan.

Kondisi fisik, kemampuan berenang, serta keadaan lingkungan sekitar perlu diperhatikan sebelum memutuskan berenang, terlebih di kawasan dengan kedalaman yang sulit diperkirakan.

Hery juga mengingatkan masyarakat untuk segera meminta bantuan apabila menghadapi atau mengetahui keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan.

Layanan darurat Basarnas dapat dihubungi melalui Call Center 115. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis selama 24 jam.

Kecepatan melaporkan kejadian dan kesiapan melakukan langkah keselamatan menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi darurat di perairan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Pulau Sibandang Dijuluki Pulau Mangga di Danau Toba, Ternyata Punya Warisan Budaya dan Sejarah
Tersembunyi di Balik Perkampungan, Paepira Lakeside Menawarkan Sudut Danau Toba yang Berbeda
Bukan Cuma Danau Toba! 5 Destinasi Unik di Sumut yang Punya Fenomena Alam Bikin Penasaran
Hutama Karya Siapkan Rest Area Baru di Tol Kutepat, Dukung Kenyamanan Perjalanan Menuju Danau Toba
Bikin Penasaran! Ada Danau di Tengah Pulau Samosir, Mengapa Dijuluki Danau di Atas Danau?
Remaja Perempuan Hanyut di Sungai Ular Ditemukan Meninggal Dunia Oleh Tim SAR