Topikseru.com - Muhammad Rahmaddian Shah memasang target ambisius untuk memperkuat basis kader Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di Sumatera Utara. Dalam lima tahun kepemimpinannya, Ketua DEPIDAR II SOKSI Sumut yang baru dilantik itu menargetkan lahirnya 1.000 kader militan untuk memperkuat organisasi sekaligus mendukung kiprah politik Partai Golkar.
Target tersebut bukan sekadar penambahan jumlah anggota. Rahmaddian Shah, yang akrab disapa Dian, ingin membangun sumber daya kader yang memiliki kualitas, militansi, dan kemampuan organisasi agar SOKSI dapat mengambil peran lebih besar dalam dinamika politik maupun pembangunan daerah.
Komitmen itu disampaikan Dian setelah resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DEPIDAR) II SOKSI Provinsi Sumatera Utara dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) XII SOKSI Sumut di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yos Sudarso, Medan, Minggu (8/11/2026).
Baca Juga:
Dian dilantik bersama dengan Sekretaris Muhammad Zaid Fahry dan Aswin Parinduri sebagai Bendahara SOKSI Sumut.
Menurutnya, jumlah anggota yang besar tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak dibarengi kualitas dan militansi kader.
Karena itu, kepengurusan SOKSI Sumut di bawah kepemimpinannya akan memprioritaskan pendidikan dan pelatihan kaderisasi secara berkelanjutan.
Dia menargetkan sedikitnya dua kali kegiatan pelatihan kaderisasi setiap tahun. Dari program tersebut, SOKSI diharapkan mampu menghasilkan sekitar 200 kader baru setiap tahunnya.
"Target saya tidak muluk-muluk. Selama lima tahun ke depan, insyaallah akan ada 1.000 kader. Setiap tahun ada 200 orang calon kader yang dilahirkan. Kalau nanti bisa lebih, alhamdulillah, tetapi ini tidak muluk-muluk dulu," ungkap Dian.
Dengan skema tersebut, target 1.000 kader diharapkan dapat tercapai melalui proses pembinaan yang terarah, bukan sekadar perekrutan anggota dalam jumlah besar.
Langkah tersebut diarahkan untuk mempertahankan soliditas organisasi sekaligus mendukung keberlanjutan kekuatan politik Golkar, khususnya dalam menjaga perolehan kursi legislatif pada pemilihan mendatang.
Dian juga membuka peluang bagi kader-kader SOKSI untuk terjun langsung dalam kontestasi politik melalui Pemilihan Legislatif (Pileg).
Menurutnya, apabila mendapatkan restu organisasi dan partai, kader SOKSI siap berkompetisi untuk memperebutkan kursi di DPR RI, DPRD Provinsi Sumatera Utara, hingga DPRD kabupaten/kota.
"Dengan demikian, SOKSI bisa mewarnai lembaga legislatif di seluruh daerah Sumut. Sebagai Ketua SOKSI, tentu saya akan mendukung lahir dan batin," tegas Dian yang juga merupakan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa agenda kaderisasi SOKSI tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur internal organisasi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang berpotensi mengambil peran dalam lembaga legislatif.
Dalam rangkaian pelantikan pengurus, panitia menyerahkan tali asih secara simbolis kepada 20 warga kurang mampu.
Tidak berhenti pada kegiatan tersebut, Dian turut menyampaikan rencana penyaluran 600 paket sembako bagi masyarakat miskin di Sumatera Utara sebagai bagian dari program bakti sosial pascapelantikan.
Program ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kehadiran organisasi di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan bantuan.
Dengan target mencetak 1.000 kader, memperluas peluang kader di dunia legislatif, serta menjalankan kegiatan sosial, kepengurusan baru SOKSI Sumut menghadapi pekerjaan besar selama lima tahun ke depan.
Keberhasilan agenda tersebut nantinya akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan kaderisasi, soliditas organisasi, dan realisasi program yang telah disampaikan kepada publik.