Kamis, 05 November 2026

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 5 November, Ini Sejarah dan 5 Hal Penting yang Wajib Diketahui

Rizky Aisyah - Kamis, 05 November 2026 09:32 WIB
Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 5 November, Ini Sejarah dan 5 Hal Penting yang Wajib Diketahui
bpbd.bogorkab
Peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia setiap 5 November mengingatkan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami, terutama di kawasan pesisir.

Topikseru.com - Setiap tanggal 5 November, masyarakat dunia memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia atau World Tsunami Awareness Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan besar dalam waktu singkat. Gelombang laut yang datang secara tiba-tiba bisa menghantam kawasan pesisir, merusak permukiman, hingga menyebabkan korban jiwa.

Bagi Indonesia, peringatan ini memiliki arti penting karena sebagian wilayahnya berada di kawasan rawan gempa bumi dan aktivitas tektonik.

Baca Juga:

Sejarah Hari Kesadaran Tsunami Sedunia

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Desember 2015.

Penetapan tersebut dilakukan melalui Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/70/203. Peringatan pertama kemudian dilaksanakan pada 5 November 2016.

Pemilihan tanggal tersebut terinspirasi dari kisah sejarah Jepang pada 1854 yang dikenal dengan sebutan Inamura-no-hi.

Kisah ini menceritakan seorang petani bernama Hamaguchi Goryo yang menyadari adanya potensi tsunami setelah terjadi gempa bumi.

Ketika melihat air laut surut secara tidak biasa, ia segera membakar tumpukan jerami padi miliknya untuk memberikan tanda bahaya kepada penduduk desa.

Warga yang melihat api tersebut bergegas menuju tempat yang lebih tinggi. Tindakan itu membantu menyelamatkan banyak penduduk dari ancaman gelombang tsunami.

Kisah tersebut kemudian menjadi simbol pentingnya peringatan dini dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Indonesia Termasuk Negara Rawan Tsunami

Indonesia memiliki wilayah pesisir yang luas dan berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif.

Kondisi geografis tersebut membuat sejumlah daerah memiliki potensi mengalami gempa bumi bawah laut yang dapat memicu tsunami.

Salah satu bencana terbesar yang pernah terjadi adalah tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.

Gelombang tsunami yang dipicu gempa bumi besar di Samudra Hindia tersebut menghantam Aceh dan sejumlah negara lainnya.

Bencana itu menyebabkan sekitar 227.000 orang meninggal dunia di 14 negara.

Tragedi tersebut menjadi salah satu pengingat paling kuat mengenai besarnya dampak tsunami dan pentingnya sistem peringatan dini bagi negara-negara yang memiliki wilayah pesisir.

5 Tanda Tsunami yang Perlu Dikenali Masyarakat

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar pantai perlu memahami tanda-tanda alam yang dapat menunjukkan potensi tsunami.

Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai:

1. Gempa bumi kuat dan berlangsung lama

Gempa bumi yang terasa kuat atau berlangsung cukup lama di kawasan pesisir harus diwaspadai. Masyarakat sebaiknya segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi.

2. Air laut tiba-tiba surut

Salah satu tanda alam tsunami yang sering dikenal adalah air laut yang mendadak surut hingga memperlihatkan dasar laut atau area pantai yang biasanya tertutup air.

Jangan mendekati pantai untuk melihat fenomena tersebut karena gelombang tsunami dapat segera datang.

3. Terdengar suara gemuruh dari laut

Suara gemuruh keras yang berasal dari arah laut juga dapat menjadi tanda bahaya tsunami.

Jika mengalami kondisi tersebut, masyarakat perlu segera melakukan evakuasi.

4. Muncul peringatan dini tsunami

Informasi resmi dari BMKG harus menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah pesisir.

Ketika peringatan tsunami dikeluarkan, masyarakat perlu mengikuti arahan evakuasi dan tidak menunggu hingga melihat gelombang datang.

5. Terjadi perubahan kondisi laut secara tidak biasa

Perubahan permukaan air laut yang tidak wajar dapat menjadi tanda bahaya. Masyarakat sebaiknya tidak mengambil risiko dengan mendekati pantai untuk mengamati kondisi tersebut.

Perlu diketahui, tsunami tidak selalu didahului seluruh tanda alam tersebut. Karena itu, masyarakat tidak boleh menunggu semua tanda muncul sebelum menyelamatkan diri.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Tsunami Mengancam?

Kesiapsiagaan menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko korban jiwa akibat tsunami.

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan masyarakat ketika menghadapi potensi tsunami.

Pertama, segera menjauh dari pantai setelah merasakan gempa kuat atau lama. Jangan menunggu pengumuman apabila kondisi gempa sudah menunjukkan potensi bahaya.

Kedua, bergerak menuju tempat yang lebih tinggi atau mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Ketiga, hindari kembali ke rumah untuk mengambil barang berharga. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama.

Keempat, pantau informasi resmi dari BMKG dan ikuti arahan petugas di lapangan.

Kelima, jangan kembali ke kawasan pantai sebelum ada pernyataan aman dari pihak berwenang.

Masyarakat juga dianjurkan mengenali lokasi tempat evakuasi, mengetahui jalur penyelamatan, serta menyiapkan perlengkapan darurat sejak dini.

Mengapa Hari Kesadaran Tsunami Sedunia Penting?

Peringatan setiap 5 November bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini mengingatkan masyarakat bahwa bencana tsunami dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk menyelamatkan diri.

Pengetahuan mengenai tanda-tanda alam, pemahaman jalur evakuasi, dan kepatuhan terhadap peringatan dini dapat membantu mengurangi risiko korban jiwa.

Bagi Indonesia, meningkatkan kesadaran terhadap bahaya tsunami menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Melalui Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenali ancaman tsunami, tetapi juga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana tersebut terjadi.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Gempa M 5,4 Guncang Aceh Barat Jelang Tengah Malam, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M7,7 NTT Sebabkan 33 Orang Meninggal, Evakuasi Masih Berlangsung
Gempa M 5,5 Guncang Selat Sunda, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
6 Fakta Tsunami Tanjung Lesung 2018 yang Kembali Diingat Saat Aktivitas Anak Gunung Krakatau Meningkat
Aktivitas Anak Gunung Krakatau Meningkat, Berikut Fakta Sejarah Letusan dan Tsunami yang Pernah Terjadi
Gempa Filipina 8 Juni 2026 M7,8: 15 Tewas, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Indonesia