Topikseru.com - Rencana penyelenggaraan RANS Carnival dan Cipungland di Plaza Asia Tasikmalaya, Jawa Barat, mendadak menghilang dari kalender acara pusat perbelanjaan tersebut. Agenda yang semula dijadwalkan berlangsung pada 14 - 15 November 2026 itu kini digantikan kegiatan lain.
Perubahan ini terjadi di tengah gelombang penolakan terhadap RANS Carnival di sejumlah kalangan. Sebelumnya, sejumlah musisi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menarik diri dari acara RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, setelah seruan boikot terhadap kegiatan yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad ramai di media sosial.
Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah, membenarkan bahwa agenda RANS Carnival dan Cipungland untuk sementara dibatalkan dari kalender mal.
Baca Juga:
"Untuk sementara di tanggal 14-15 November 2026 kita sudah naikkan di kalender event akan ada acara Cipungland sama Rans Karnaval, tapi kita cancel dulu," ujar Roni, Senin (2/11/2026).
Keputusan tersebut membuat kelanjutan acara di Tasikmalaya belum memiliki kepastian. Pihak mal masih menunggu keputusan dari manajemen RANS Entertainment.
Roni menjelaskan, pihak Plaza Asia telah menjalin komunikasi dengan manajemen RANS Entertainment. Namun, pembicaraan tersebut belum menghasilkan keputusan final mengenai penyelenggaraan acara.
"Sudah kita dengan manajemen Rans, cuma dari pihak Rans belum memutuskan juga, jadi kita tetap komunikasi dengan baik, cuma 14-15 November kita cancel," kata Roni.
Dengan demikian, pembatalan yang dilakukan Plaza Asia saat ini berkaitan dengan pencantuman agenda pada 14 - 15 November. Belum ada kepastian apakah RANS Carnival dan Cipungland akan dipindahkan ke tanggal lain atau benar-benar tidak diselenggarakan di Tasikmalaya.
Sejumlah musisi, termasuk Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes, mengumumkan tidak melanjutkan keterlibatan mereka dalam acara tersebut.
Penarikan keikutsertaan juga terjadi di kalangan pelaku UMKM. Sejumlah peserta yang sebelumnya direncanakan membuka stan memilih mundur di tengah meningkatnya seruan boikot di media sosial.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa polemik yang awalnya berkembang di ruang digital mulai bersinggungan dengan pelaksanaan acara hiburan dan partisipasi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Meski demikian, belum ada keterangan yang memastikan bahwa perubahan agenda di Plaza Asia Tasikmalaya merupakan akibat langsung dari gelombang penolakan di Yogyakarta.
Acara tersebut menuai kritik setelah sejumlah perguruan tinggi membantah mengirimkan delegasi. Persoalan kemudian berkembang menjadi dugaan penggunaan identitas dan almamater mahasiswa tanpa izin, serta kehadiran peserta yang disebut tidak mewakili kampus masing-masing.
Raffi Ahmad, yang juga menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, telah menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul.
Dia menjelaskan kehadirannya dalam kegiatan tersebut sebagai tamu undangan dan menyatakan akan lebih berhati-hati dalam menerima undangan kegiatan serupa.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kepolisian merupakan pihak penyelenggara deklarasi tersebut. Kepolisian juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang berkembang.
Kontroversi inilah yang kemudian menjadi latar munculnya seruan boikot terhadap acara yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad.
Bagi penyelenggara, kepastian jadwal menjadi hal penting karena pelaksanaan sebuah festival melibatkan koordinasi dengan pengelola lokasi, pengisi acara, peserta UMKM, serta pihak pendukung lainnya.
Namun, hingga Senin (2/11/2026), Plaza Asia Tasikmalaya belum menerima keputusan final dari manajemen RANS Entertainment mengenai kelanjutan acara.
Belum diketahui apakah RANS Carnival dan Cipungland akan dijadwalkan ulang atau dibatalkan sepenuhnya di Tasikmalaya.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada komunikasi antara pengelola Plaza Asia dan pihak RANS Entertainment. Untuk sementara, jadwal 14 - 15 November 2026 dipastikan tidak lagi tercantum sebagai agenda kedua acara tersebut di kalender mal.