Senin, 28 September 2026

IHSG Dibuka Menguat, Investor Waspadai Drama Dagang AS-China dan Kebijakan The Fed

Muchlis - Rabu, 30 Juli 2025 10:43 WIB
IHSG Dibuka Menguat, Investor Waspadai Drama Dagang AS-China dan Kebijakan The Fed
IHSG
Topikseru.com - Di tengah bayang-bayang negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang belum menentu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (30/7) pagi masih membuka perdagangan di zona hijau. IHSG tercatat menguat 20,80 poin atau 0,27 persen ke posisi 7.638,71, sementara indeks LQ45 naik tipis 0,87 poin ke 805,93. Meski dibuka positif, pasar saham Indonesia masih dibayangi potensi tekanan seiring sentimen eksternal yang belum pasti. Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim menekankan pentingnya mencermati level support di area 6.500–6.550, yang jika jebol berpotensi memicu aksi profit taking lanjutan. "Sebaliknya, jika bertahan di atas 7.600–7.620, peluang penguatan lanjutan masih terbuka," tulis Ratna dalam risetnya.

Drama Tarif AS-China Masih Jadi Bayang-Bayang

Arah IHSG hari ini tidak lepas dari ketidakpastian perundingan dagang AS-China. Meski pejabat Perwakilan Dagang AS menyebut diskusi “berjalan ke arah yang benar”, pasar global masih waswas menanti kejelasan nasib tarif impor baru. Jika jeda tarif tidak diperpanjang, barang-barang dari China terancam dikenakan tarif 34 persen sesuai pengumuman 2 April 2025 lalu. Tekanan ini berpotensi menekan aktivitas ekspor-impor global dan memukul sentimen pasar Asia.

Investor Pantau Keputusan Suku Bunga The Fed

Selain drama dagang, pelaku pasar juga menunggu sinyal kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan mengumumkan keputusan suku bunga. Ekspektasi pasar masih mengarah pada kebijakan menahan suku bunga di level 4,25–4,5 persen. Namun, investor menanti pernyataan lanjutan apakah penurunan suku bunga The Fed akan dieksekusi pada September 2025 mendatang. Keputusan ini akan menjadi faktor penting arah pasar modal global beberapa bulan ke depan.

IMF Naikkan Proyeksi Ekonomi Global

Kabar positif datang dari International Monetary Fund (IMF) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3 persen di 2025 dan 3,1 persen di 2026, naik dari proyeksi April 2025. IMF optimistis lantaran penurunan tarif impor AS dan pelonggaran kondisi keuangan global.

Pasar Global Beragam

Pada perdagangan Selasa (29/7), bursa saham Eropa kompak ditutup hijau. Euro Stoxx 50 naik 0,84 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,60 persen, DAX Jerman menguat 1,03 persen, dan CAC Prancis terkerek 0,72 persen. Sementara itu, Wall Street berakhir variatif. S&P melemah 0,30 persen ke 6.370,86, Nasdaq turun 0,38 persen ke 21.098,29, dan Dow Jones terkoreksi 0,46 persen ke 44.632,99. Bursa Asia pagi ini juga bergerak campuran. Indeks Nikkei naik 0,61 persen ke 40.673,50, Shanghai naik 0,44 persen ke 3.625,76, sedangkan Hang Seng dan Straits Times melemah masing-masing 0,55 persen dan 0,10 persen. IHSG masih berpotensi fluktuatif di tengah tensi global. Pelaku pasar disarankan tetap waspada di area support dan resistance, sambil mencermati sentimen eksternal.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Menghijau ke Level 6.610,819 Meski Bursa Saham Asia Bergerak Melemah Pagi Ini
Kabar Gembira! AS dan Iran Selangkah Lebih Dekat Menuju Kesepakatan Mengakhiri Perang
Bursa Saham Asia Pasifik Menguat Dipicu Harapan Kesepakatan AS-Iran
Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat Setelah Kekhawatiran Valuasi Saham Berbasis Kecerdasan Buatan
Mayoritas Bursa Saham Asia Pasifik Menghijau Terseret Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
IHSG Diprediksi Menguat, Pasar Optimistis BI Pangkas Suku Bunga dan The Fed Longgar