Sabtu, 26 September 2026

Banjir Bandang Tapanuli Selatan: 12 Ribu Rumah Rusak, 13 Tewas, BPBD Sumut Ungkap Data Sementara

Administrator - Kamis, 27 November 2025 06:01 WIB
Banjir Bandang Tapanuli Selatan: 12 Ribu Rumah Rusak, 13 Tewas, BPBD Sumut Ungkap Data Sementara
bencana Sumatera
Topikseru.com - Dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat sedikitnya 12.000 rumah, 6 rumah sakit, dan 1 sekolah mengalami kerusakan. Data ini disampaikan pada Rabu (26/11/2025) pukul 15.00 WIB, namun masih bersifat sementara. Sekretaris BPBD Sumut, Herianto, mengatakan bahwa proses pendataan di lapangan terkendala karena jaringan seluler di wilayah terdampak terputus. "Saya tekankan, ini baru data sementara. Banyak titik yang belum bisa kami akses akibat terputusnya jaringan telekomunikasi," ujar Herianto saat ditemui Topikseru.com di Kantor Gubernur Sumut, Medan Polonia.

Tapanuli Selatan Jadi Daerah Paling Parah

Herianto menyebut Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi wilayah dengan kerusakan dan korban paling besar. Menurut data sementara BPBD:
  • 13 orang meninggal dunia
  • 3 orang hilang
  • 37 warga luka-luka
  • Ribuan orang terpaksa mengungsi
"Yang paling mengkhawatirkan memang di Tapanuli Selatan. Korban jiwa sudah tercatat, dan ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka," tuturnya.

Evakuasi Masih Berjalan

Tim BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan bersama relawan dan aparat gabungan disebut sedang berupaya melakukan penyelamatan di wilayah yang masih bisa dijangkau. "BPBD setempat sudah bergerak semampunya. Warga dialihkan ke titik-titik aman sambil menunggu bantuan lanjutan," tambah Herianto.

Pemprov Sumut Sudah Kirimkan Bantuan Tenda

Sebelum peristiwa banjir bandang terjadi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disebut telah menyalurkan bantuan tenda pengungsi untuk BPBD daerah. "Tenda dari Pemprov Sumut sudah disalurkan sebelumnya, dan sekarang dimanfaatkan oleh warga terdampak," ujar Herianto. Dia menegaskan bahwa pembaruan data akan terus dilakukan begitu akses komunikasi dan mobilitas tim di lapangan membaik.

Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter
3 Dusun Terendam Banjir di Percut Sei Tuan Deli Serdang, 733 Jiwa Terdampak
Enam Daerah di Sumut Diterjang Banjir, Langkat Terdampak Paling Parah
595 KK Terdampak Banjir Nias Barat, Sawah dan Jembatan Ikut Terdampak
Kaget Temukan 1 Buku Dipakai Berdua, Wapres Gibran Cek SMAN 1 Barus Tapteng Pascabanjir