Topikseru.com,
Medan - Warga Sumatera Utara (Sumut) perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca pada Kamis (17/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan terjadi hampir merata di sejumlah wilayah Sumut sejak pagi hingga malam.
Kondisi ini membuat masyarakat diminta tidak menganggap remeh hujan yang turun dengan intensitas ringan apabila berlangsung dalam waktu lama. BMKG mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Prakirawan BMKG Wilayah I, Lestari Irene Purba, mengatakan sejumlah daerah sudah berpotensi diguyur hujan sejak pagi.
"Cuaca di Sumatera Utara pada Kamis pagi diprakirakan hujan ringan di wilayah Sibolga, Langkat, Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah," kata Lestari di Medan, Rabu (16/9/2026).
Hujan Berpotensi Meluas pada Siang Hari
Memasuki siang hingga sore, wilayah yang berpotensi mengalami hujan diprakirakan semakin meluas.
BMKG memprediksi hujan ringan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Kondisi tersebut berpotensi bertahan hingga malam hari.
Sementara pada dini hari, cuaca di Sumut secara umum diprakirakan berawan.
Artinya, warga yang hendak bepergian atau beraktivitas di luar rumah pada Kamis perlu memperhatikan perkembangan cuaca, khususnya di daerah yang rawan genangan maupun longsor.
Suhu Udara 13-35 Derajat Celsius
Selain prakiraan hujan Sumatera Utara, BMKG mencatat suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 13 hingga 35 derajat Celsius.
Kelembapan udara cukup tinggi, yakni mencapai 60-95 persen. Angin diprediksi bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan sekitar 4-18 kilometer per jam.
Kondisi cuaca tersebut dapat berbeda antarwilayah mengingat karakter geografis Sumatera Utara yang terdiri dari kawasan pesisir, dataran rendah hingga pegunungan.
BMKG Catat 14 Titik Panas
Di sisi lain, pemantauan BMKG juga menemukan 14 titik panas atau hotspot di Sumatera Utara.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan pada 15 September 2026. Sebanyak 14 titik panas itu tersebar di enam wilayah, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Toba.
Keberadaan titik panas tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi lingkungan di Sumatera Utara, terutama terkait potensi kebakaran hutan dan lahan.
Warga di Lereng dan Pesisir Diminta Waspada
BMKG mengingatkan masyarakat di sejumlah kawasan untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah yang dimaksud meliputi pantai timur, pantai barat, kawasan pegunungan, lereng timur, hingga lereng barat Sumatera Utara.
Hujan ringan yang turun secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan di daerah dengan potensi genangan dan kawasan yang memiliki lereng atau tebing.
"Hujan dengan intensitas ringan yang terjadi terus-menerus harus diwaspadai karena dapat menyebabkan bencana hidrometeorologis berupa banjir dan longsor," ujar Lestari.
Masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan hujan yang disertai petir dan angin kencang.
Dengan prakiraan cuaca Sumut yang menunjukkan potensi hujan hampir sepanjang hari, masyarakat disarankan memantau informasi terbaru BMKG sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi warga yang melintasi wilayah pegunungan dan jalur yang rawan longsor.
Berita Terkait