Jumat, 25 September 2026

Tapanuli Tengah Terisolasi 4 Hari Akibat Banjir dan Longsor, 57 Titik Jalan Terputus

Muchlis - Kamis, 27 November 2025 12:45 WIB
Tapanuli Tengah Terisolasi 4 Hari Akibat Banjir dan Longsor, 57 Titik Jalan Terputus
Banjir Tapanuli Tengah
Topikseru.com - Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, hingga Kamis (27/11/2025) masih terisolasi setelah banjir besar dan puluhan titik longsor memutus akses darat serta melumpuhkan jaringan listrik dan telekomunikasi. Daerah tersebut telah empat hari terputus sejak bencana melanda pada Rabu (26/11/2025). Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyebut ada 57 titik longsor yang menimbun ruas jalan utama Tarutung–Sibolga. Material tanah dan batu menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan sama sekali tidak bisa melintas. "Warga dan relawan hanya bisa berjalan kaki melewati jalur yang licin dan sangat berbahaya,” ujar Masinton dalam keterangan tertulis yang diterima media, Kamis (27/11/2025) siang.

Jembatan Terputus, Jalur Alternatif Juga Lumpuh

Kondisi di sisi selatan Tapteng tak jauh berbeda. Beberapa jembatan penghubung antara Tapanuli Selatan dan Tapteng ambruk dihantam banjir, memutus satu-satunya jalur alternatif untuk distribusi logistik. Putusnya akses ini menyebabkan pasokan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan darurat terhambat.

Terputus Secara Digital: Listrik Padam, Internet dan Telepon Mati

[caption id="attachment_29031" align="alignnone" width="1079"]Banjir Tapanuli Tengah Situasi di Tapanuli Tengah (Tapteng) usai diterjang banjir dan longsor.[/caption] Bukan hanya secara fisik, Tapteng juga terisolasi secara digital. Jaringan listrik padam total, sementara internet dan telepon tidak berfungsi di sebagian besar kecamatan. Situasi ini membuat koordinasi penanganan tanggap darurat tersendat. Informasi tentang kondisi warga di desa-desa terpencil pun sulit dihimpun. Di beberapa titik pengungsian, warga bertahan dengan fasilitas terbatas. "Makanan siap saji, pakaian bersih, dan tenda tambahan masih sangat dibutuhkan," kata Masinton.

Pemda Minta Bantuan Genset hingga Starlink

Masinton mengungkapkan pemerintah daerah kini berupaya menyalurkan logistik melalui jalur yang masih bisa ditembus. Pemda juga meminta pemerintah pusat mengirim genset, alat komunikasi darurat, dan perangkat satelit seperti Starlink untuk memulihkan koordinasi. Hingga kini belum ada kepastian kapan pembersihan jalan-jalan utama itu. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi banjir susulan dan longsor masih tinggi akibat cuaca hujan intensitas sedang hingga lebat.

Korban Jiwa Terus Bertambah

[caption id="attachment_29185" align="alignnone" width="720"]Banjir Tapanuli Tengah Banjir dan 57 titik longsor membuat Tapanuli Tengah terisolasi selama empat hari.[/caption] Sementara itu, data gabungan dari Polda Sumut, pemerintah kabupaten dan kota, mencatat korban tewas terus bertambah dalam tiga hari terakhir. Hingga Kamis, setidaknya 32 orang meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka, dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Rincian korban meninggal:
  • Nias Selatan: 1 orang
  • Pakpak Bharat: 2 orang
  • Tapanuli Tengah: 4 orang
  • Tapanuli Selatan: 12 orang, 1 hilang
  • Kota Sibolga: 5 orang meninggal, 4 hilang
  • Selain itu, 37 warga mengalami luka ringan, dan 6 orang luka berat.

86 Kejadian Bencana dalam Tiga Hari

Dalam tiga hari terakhir, Sumatera Utara menghadapi 86 kejadian bencana yang terbagi atas:
  • 59 longsor
  • 21 banjir
  • 4 pohon tumbang
  • 2 puting beliung
Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi daerah dengan longsor terbanyak (17 titik), menyusul Tapanuli Selatan, Tapteng, dan Sibolga. Total 11 daerah kini berstatus terdampak, meliputi: Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, Kota Padangsidimpuan, dan Humbang Hasundutan.
Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
595 KK Terdampak Banjir Nias Barat, Sawah dan Jembatan Ikut Terdampak
Kaget Temukan 1 Buku Dipakai Berdua, Wapres Gibran Cek SMAN 1 Barus Tapteng Pascabanjir
Update Korban Longsor Himalaya Minggu (30/8/2026): 261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 623 Orang, 638 Masih Hilang
BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sumut pada 24 Juni 2026