Kamis, 24 September 2026

Update Bencana Sumut: Korban Meninggal 290 Jiwa, 17 Wilayah Terdampak

Muchlis - Selasa, 02 Desember 2025 14:46 WIB
Update Bencana Sumut: Korban Meninggal 290 Jiwa, 17 Wilayah Terdampak
Korban luka bencana Sumut
Topikseru.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) terus bertambah. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) melaporkan, hingga Selasa (1/12/2025) malam, total 290 warga dinyatakan meninggal dunia. Data terbaru dari Pusdalops Sumut mencatat, korban jiwa tersebar di 11 kabupaten/kota dari total 17 wilayah yang terdampak banjir, longsor, dan cuaca ekstrem sejak akhir November.

Sebaran Korban Jiwa per Kabupaten/Kota

Berikut daftar wilayah yang melaporkan korban meninggal dunia:
  • Kota Sibolga: 47 jiwa
  • Kabupaten Tapanuli Tengah: 86 jiwa
  • Kabupaten Tapanuli Selatan: 79 jiwa
  • Kabupaten Tapanuli Utara: 32 jiwa
  • Kabupaten Humbang Hasundutan: 8 jiwa
  • Kota Padangsidimpuan: 1 jiwa
  • Kabupaten Pakpak Bharat: 2 jiwa
  • Kota Medan: 7 jiwa
  • Kabupaten Langkat: 11 jiwa
  • Kabupaten Deliserdang: 16 jiwa
  • Kabupaten Nias: 1 jiwa
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara. "Data merupakan update per 1 Desember pukul 21.00 WIB. Pembaruan terus dilakukan seiring perkembangan pencarian dan laporan dari daerah," ujarnya.

17 Wilayah Masih Terdampak Bencana

Pusdalops PB Sumut menyebutkan total 17 kabupaten/kota yang mengalami dampak bencana di antaranya: Kota/kabupaten terdampak: Medan, Tebingtinggi, Binjai, Padangsidimpuan, Sibolga, Deliserdang, Serdangbedagai, Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias, Tapanuli Utara, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Batubara. Sejumlah wilayah masih kesulitan akses, terutama daerah yang mengalami longsor dan pemutusan jalan utama. Tim SAR gabungan, TNI-Polri, dan BPBD terus melakukan pencarian korban serta pendistribusian logistik.

Upaya Penanganan Terus Ditingkatkan

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa aparat daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat masih melakukan berbagai langkah darurat, termasuk:
  • pengevakuasian warga dari zona berisiko,
  • pendirian posko pengungsian,
  • penyediaan dapur umum,
  • pemulihan layanan listrik dan air bersih,
  • serta pemetaan lanjutan risiko tanah longsor.
"Setiap perkembangan situasi akan kami informasikan, termasuk pembaruan jumlah korban dan kondisi infrastruktur," tegasnya. Hingga kini, sejumlah wilayah masih mengalami pemadaman listrik, akses jalan terputus, serta minimnya sarana komunikasi, terutama di daerah pegunungan dan desa terpencil.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter