Jumat, 25 September 2026

WALHI Sumut Salurkan Bantuan ke Dua Desa Terisolasi di Langkat, Akses Darat Lumpuh Total

Administrator - Rabu, 03 Desember 2025 06:30 WIB
WALHI Sumut Salurkan Bantuan ke Dua Desa Terisolasi di Langkat, Akses Darat Lumpuh Total
bantuan WALHI Sumut
Topikseru.com - Dua desa pesisir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yakni Desa Kuala Langkat dan Kuala Serapuh, masih terisolasi usai banjir bandang menerjang kawasan itu beberapa hari lalu. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara menjadi salah satu organisasi yang turun langsung menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang hingga kini belum tersentuh akses darat. Eksekutif Daerah WALHI Sumut, Jaka Kelana, mengatakan distribusi bantuan dilakukan dengan memanfaatkan jalur sungai karena seluruh akses darat menuju wilayah tersebut terputus. Kondisi jalan yang rusak parah dan masih terendam membuat metode ini menjadi satu-satunya pilihan. "Seluruh bantuan ini berasal dari donasi publik dan sejumlah organisasi masyarakat sipil. Kami membawa kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, telur, hingga perlengkapan sanitasi, termasuk pembalut dan popok bayi," ujar Jaka saat ditemui di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Langkat, Selasa (2/12/2025).

Akses Bantuan Hanya Lewat Sungai, Perjalanan Mencapai 5 Jam

Menurut Jaka, perjalanan menuju titik penyaluran menempuh waktu selama 4 - 5 jam melalui jalur sungai menggunakan perahu. Titik temu akhirnya mereka lakukan di lokasi yang warga nilai aman, mengingat kondisi daerah terdekat juga tidak stabil. "Karena jalur darat benar-benar tidak bisa kami lalui, kami bertemu di satu titik yang aksesnya hanya bisa dengan perahu. Dari lokasi ini kami mendistribusikan bantuan untuk dua desa tersebut," jelasnya. Warga Kuala Serapuh, Syamsir, mengakui jalur Sungai Wampu menjadi titik paling aman untuk menerima bantuan. Menurutnya, beberapa lokasi lain sempat mereka pertimbangkan, tetapi tidak memungkinkan karena rawan penjarahan. "Di Tanjung Pura sebenarnya ada titik penyaluran. Tapi situasi di sana lagi kurang aman. Jadi warga sepakat jalur sungai ini yang paling ideal," kata Syamsir.

Bantuan Mengalir dari Berbagai Organisasi Sipil

Selain WALHI Sumut, sejumlah organisasi masyarakat sipil lainnya juga turun tangan, seperti Yayasan Srikandi Lestari, LBH APIK, Green Justice Indonesia (GJI), serta Mapala Genetika Fakultas Pertanian UISU. Mereka menggabungkan donasi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga. Direktur Yayasan Srikandi Lestari, Mimi Surbakti, menegaskan seluruh donasi yang terkumpul mereka salurkan sepenuhnya kepada korban banjir di dua desa terisolasi tersebut. "Semua donasi ini kami serahkan untuk warga Kuala Langkat dan Kuala Serapuh. Situasinya darurat, dan mereka tidak bisa menunggu lebih lama," ujarnya. Mimi juga menyoroti lambannya penanganan pemerintah dalam mendistribusikan bantuan ke wilayah yang sulit terjangkau. "Sekarang ini, rakyat bantu rakyat. Sementara pemerintah masih belum mampu menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi," tegasnya.

Sumber
:
Berita Terkait
Update Korban Banjir Nepal-Tibet Minggu (30/8/2026): 750 Orang Tewas dan 3.044 Masih Hilang
Walhi Gugat PT TPL, Tuntut Pemulihan Bencana Ekologis Rp2,6 Triliun
Pemprov Sumut Targetkan Ribuan Huntara Rampung Pekan Depan, Siap Dihuni Saat Idul Fitri
Warga Desa Muara Batang Angkola Tolak Relokasi Meski Jadi Langganan Banjir
Bobby Nasution Tinjau Banjir Bandang Tapteng, Siapkan Bantuan Rp 60 Juta untuk Rumah Rusak Berat
WALHI: Kebijakan Pro-Deforestasi Picu Bencana Ekologis Berulang di Sumatera Utara Sepanjang 2025