Kamis, 24 September 2026

Ini Penyebab Gempa Tektonik Nias

Damai Mendrofa - Sabtu, 16 November 2024 23:55 WIB
Ini Penyebab Gempa Tektonik Nias
Gempa Aceh
TOPIKSERU.COM, TAPTENG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan hasil analisa terkait gempa tektonik 4,9 SR di perairan Nias, Sabtu (16/11) malam pukul 22:28 WIB. “Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.34° LU dan 98.28° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 69 km TimurLaut NIAS-SUMUT pada kedalaman 26 km,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang, Agus Riyanto dalam siaran resmi. Menurut Agus, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Submarine Faulting. Berdasarkan laporan dari masyarakat, lanjut siaran itu, gempabumi ini terasa di daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan skala intensitas III MMI. Dampak gempat ini, getaran terasa nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara untuk daerah Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Nias dengan skala intensitas III -II MMI. Getaran terasa nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Dan di Kabupaten Nias Selatan dan  Sibolga II MMI. “Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan   yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” ujar Agus. Hingga pukul 22:55 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempabumi susulan (aftershock). “Kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Agus.
Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Dentuman Keras Gegerkan Gorontalo, BMKG Deteksi Gelombang Seismik Tapi Bukan Gempa
Cuaca Ekstrem Intai Medan dan Sumut Sepekan, BPBD Siagakan 60 Personel TRC
Prabowo Ingin Leburkan BMKG dan Badan Geologi, Puan Maharani Beri Catatan Penting
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Erupsi Anak Krakatau, Gempa NTT, dan Karhutla
Gempa M 5,3 Guncang Selatan Cilacap, BMKG Ungkap Pemicu Subduksi Lempeng Indo-Australia