Rabu, 23 September 2026

Microsleep Bisa Terjadi Saat Mengemudi, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya

ari tanjung - Minggu, 16 Agustus 2026 18:38 WIB
Microsleep Bisa Terjadi Saat Mengemudi, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi pengemudi yang mengalami rasa kantuk saat berkendara dan berisiko mengalami microsleep.

Topikseru.com, Medan – Istilah microsleep kembali menjadi perhatian setelah pengemudi kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan vokalis Pas Band, Yukie atau Yuki Arifin Martawidjaja, disebut mengaku mengalami kondisi tersebut sebelum kejadian.

Yukie diketahui mengalami kecelakaan di Jalan AH Nasution, kawasan Sukamiskin, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2026). Menurut rekan satu band Yukie, Sandy Pas Band, kecelakaan terjadi ketika kendaraan yang dikemudikan Yukie ditabrak kendaraan lain.

Sandy kemudian menyebut pengemudi kendaraan tersebut mengaku mengalami microsleep. Informasi itu disampaikan Sandy melalui unggahannya di media sosial.

Namun, penyebab pasti kecelakaan tetap perlu mengacu pada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi pihak berwenang. Sementara itu, microsleep sendiri merupakan kondisi yang dapat mengganggu kewaspadaan, terutama ketika seseorang sedang mengemudi.

Apa Itu Microsleep?

Microsleep merupakan episode tidur yang berlangsung sangat singkat dan dapat terjadi tanpa disadari. Menurut Alodokter, durasinya dapat berlangsung hingga sekitar 30 detik.

Meski berlangsung singkat, kondisi ini dapat berbahaya apabila terjadi ketika seseorang sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, termasuk mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.

Saat microsleep terjadi, seseorang dapat kehilangan kesadaran terhadap situasi di sekitarnya selama beberapa saat. Dalam konteks berkendara, kondisi tersebut dapat membuat pengemudi terlambat merespons kendaraan lain, perubahan kondisi jalan, maupun situasi yang muncul secara tiba-tiba.

Microsleep juga berbeda dengan tidur singkat atau power nap. Pada power nap, seseorang memang sengaja mengambil waktu untuk tidur guna memulihkan kondisi tubuh. Sebaliknya, microsleep dapat muncul secara tidak sengaja ketika seseorang sedang beraktivitas.

Tanda Microsleep yang Perlu Dikenali

Rasa kantuk yang semakin berat dapat menjadi tanda tubuh mulai kehilangan kemampuan untuk tetap terjaga. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain mata terasa berat, sering menguap, berkedip berulang kali, serta kesulitan mempertahankan fokus.

Seseorang yang mulai mengalami microsleep juga dapat tidak menyadari kejadian yang baru berlangsung atau kesulitan mengingat beberapa menit terakhir. Kepala yang tanpa sadar tertunduk dan kemudian tersentak kembali juga dapat menjadi tanda kantuk yang sudah berat.

Ketika tanda-tanda tersebut muncul saat mengemudi, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan.

Mengapa Microsleep Bisa Terjadi?

Kurang tidur dan kelelahan menjadi salah satu faktor utama yang dapat memicu microsleep. Kondisi tersebut membuat tubuh berusaha mendapatkan kembali waktu istirahat yang tidak terpenuhi.

Selain kurang tidur, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risiko microsleep. Alodokter menyebut konsumsi alkohol, obat-obatan tertentu yang menyebabkan kantuk, serta pekerjaan dengan sistem shift malam atau kebiasaan lembur sebagai beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

Microsleep juga dapat berkaitan dengan gangguan tidur tertentu, seperti sleep apnea, insomnia, dan narkolepsi. Beberapa kondisi kesehatan lainnya juga dapat berhubungan dengan peningkatan rasa kantuk.

Karena itu, seseorang yang sering mengalami kantuk berat atau microsleep meski merasa sudah cukup tidur sebaiknya tidak mengabaikannya dan dapat berkonsultasi dengan tenaga medis.

Bahaya Microsleep Saat Mengemudi

Risiko microsleep menjadi lebih besar ketika terjadi di balik kemudi. Pengemudi membutuhkan perhatian penuh untuk mengendalikan kendaraan dan membaca kondisi jalan.

Tidur beberapa detik saja dapat membuat pengemudi kehilangan informasi mengenai apa yang terjadi di depannya. Dalam kondisi lalu lintas yang padat atau ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, kehilangan kewaspadaan dalam waktu singkat dapat berakibat serius.

Karena itu, rasa kantuk saat berkendara tidak seharusnya dianggap sebagai kondisi yang bisa diatasi hanya dengan membuka kaca mobil, memperbesar volume musik, atau memaksakan diri tetap mengemudi.

Cara Mencegah Microsleep Saat Berkendara

Cara paling aman untuk mengurangi risiko microsleep adalah tidak mengemudi ketika tubuh sudah mengantuk atau kelelahan.

Jika rasa kantuk muncul dalam perjalanan, pengemudi sebaiknya mencari lokasi yang aman untuk berhenti dan beristirahat. Alodokter juga menyarankan agar pengemudi tidak mengandalkan kafein sebagai satu-satunya cara untuk mempertahankan kewaspadaan.

Sebelum melakukan perjalanan jauh, pastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang cukup. Menjaga jadwal tidur secara teratur dan menerapkan kebiasaan tidur yang baik juga dapat membantu menjaga kualitas istirahat.

Pengemudi juga perlu memperhatikan obat yang dikonsumsi. Beberapa jenis obat dapat menimbulkan rasa kantuk sehingga berpotensi mengganggu kemampuan berkendara.

Jangan Abaikan Rasa Kantuk

Microsleep bukan sekadar rasa mengantuk biasa. Kondisi ini menunjukkan tubuh membutuhkan istirahat dan dapat menjadi sangat berbahaya ketika terjadi saat seseorang mengemudi.

Jika mata mulai sulit dibuka, konsentrasi menurun, menguap terus-menerus, atau muncul kesulitan mengingat kejadian beberapa saat sebelumnya, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara.

Beristirahat di tempat yang aman jauh lebih baik daripada memaksakan diri melanjutkan perjalanan dalam kondisi mengantuk. (*)

Sumber: Alodokter, “Microsleep, Tidur Singkat yang Membahayakan Keselamatan”
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Kecelakaan di Bandung, Yukie Pas Band Jalani Perawatan Akibat Luka di Kepala
Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Berkala di Seluruh Ruas Tol Kelolaan
Mahasiswa ITB Ciptakan Helm Pintar Pendeteksi Microsleep, Siap Tekan Angka Kecelakaan Motor di Indonesia
Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Tol Utamakan Keselamatan Berkendara Melalui Kampanye Setuju