Sabtu, 07 November 2026

61 TPA Terbakar Sepanjang 2026, Enam Lokasi Masih Berjuang Memadamkan Api, Ini Penyebabnya

Rizky Aisyah - Sabtu, 07 November 2026 21:54 WIB
61 TPA Terbakar Sepanjang 2026, Enam Lokasi Masih Berjuang Memadamkan Api, Ini Penyebabnya
Katadata Green
Kebakaran di tempat pemrosesan akhir sampah menjadi ancaman lingkungan sepanjang 2026. Tumpukan sampah yang menghasilkan gas metana dan material mudah terbakar dapat membuat api sulit dipadamkan.

Topikseru.com - Kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah menjadi persoalan lingkungan yang kembali mendapat perhatian sepanjang 2026. Tercatat sebanyak 61 TPA di Indonesia mengalami kebakaran sejak Februari hingga awal November tahun ini. Bahkan, enam lokasi dilaporkan masih belum sepenuhnya padam.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa persoalan sampah di Indonesia bukan hanya berkaitan dengan kapasitas tempat pembuangan, tetapi juga risiko kebakaran yang dapat mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Tumpukan sampah yang terus bertambah, terutama ketika bercampur antara sampah organik dan anorganik, dapat menciptakan kondisi yang memicu munculnya api.

Baca Juga:

Kondisi ini semakin berisiko ketika cuaca panas membuat sampah mengering dan proses pengelolaan di TPA tidak berjalan optimal.

Mengapa Tumpukan Sampah Bisa Terbakar Sendiri?

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik.

Ketika sampah makanan, daun, dan material organik lainnya menumpuk dalam kondisi minim oksigen, proses penguraian menghasilkan gas metana.

Gas ini mudah terbakar apabila bercampur dengan udara dalam konsentrasi tertentu dan terkena sumber penyalaan.

Artinya, tumpukan sampah bukan sekadar kumpulan limbah yang tidak terpakai. Di dalamnya terdapat proses biologis dan kimiawi yang dapat menghasilkan gas serta panas.

Selain itu, keberadaan plastik dan material mudah terbakar lainnya membuat api berpotensi menyebar lebih cepat.

Kebakaran juga dapat dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah secara terbuka, puntung rokok, maupun sumber api lainnya.

Mengapa Api di TPA Sulit Dipadamkan?

Berbeda dengan kebakaran bangunan, memadamkan api di tempat pembuangan akhir membutuhkan penanganan khusus.

Api tidak selalu terlihat dari permukaan. Dalam beberapa kejadian, bara dapat bertahan di bagian dalam timbunan sampah yang memiliki ketebalan beberapa meter.

Petugas mungkin berhasil memadamkan api di bagian atas, tetapi panas di lapisan bawah masih tersimpan. Kondisi tersebut memungkinkan kebakaran muncul kembali setelah beberapa waktu.

Karena itu, pemadaman tidak cukup hanya dengan menyiram permukaan tumpukan sampah.

Petugas perlu menjangkau titik panas di bagian dalam timbunan menggunakan peralatan khusus, termasuk teknik penyuntikan air ke lapisan sampah.

Kondisi ini membuat proses pemadaman bisa berlangsung lebih lama dan membutuhkan dukungan peralatan serta sumber air yang memadai.

Enam TPA Masih Mengalami Kebakaran

Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup yang diperbarui pada awal November 2026, terdapat enam TPA yang masih belum sepenuhnya padam dari total 61 lokasi yang mengalami kebakaran.

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian adalah kebakaran TPA Degayu di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Kebakaran di lokasi tersebut mulai terdeteksi pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.

Petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Penanganan juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup berupa peralatan pemadam, selang, pompa, pakaian pelindung, serta alat suntik untuk menjangkau titik api di dalam tumpukan sampah.

Banyaknya kejadian kebakaran menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih serius terhadap pengelolaan TPA, terutama di daerah yang masih menggunakan metode pembuangan terbuka.

Asap TPA Terbakar Bisa Mengganggu Kesehatan

Selain api, ancaman lain yang tidak kalah penting adalah asap hasil pembakaran sampah.

Sampah yang terbakar dapat menghasilkan partikel halus dan berbagai zat pencemar. Kandungannya bergantung pada jenis material yang ikut terbakar.

Jika plastik, karet, dan bahan kimia ikut terbakar, asap berpotensi mengandung senyawa berbahaya bagi tubuh.

Paparan asap dapat menyebabkan mata perih, iritasi tenggorokan, batuk, hingga gangguan pernapasan.

Masyarakat yang tinggal dekat lokasi kebakaran perlu lebih waspada, terutama anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Ketika asap mengarah ke permukiman, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela, serta mengikuti informasi kualitas udara dan arahan petugas setempat.

Pengelolaan Sampah dari Rumah Jadi Salah Satu Solusi

Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan perlu dilakukan sejak sampah masih berada di lingkungan rumah tangga.

Salah satu langkah yang didorong adalah mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA melalui pemilahan dan pengolahan sejak dari sumber.

Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, botol plastik, kardus, kertas, dan material yang masih memiliki nilai guna dapat disalurkan untuk didaur ulang.

Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan pengawasan TPA, menyediakan sarana pemadam kebakaran, melakukan pembasahan sampah, serta mempercepat penanganan TPA yang masih menerapkan sistem open dumping.

Kebakaran puluhan TPA sepanjang 2026 menjadi peringatan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan memindahkan limbah dari permukiman ke tempat pembuangan akhir.

Tanpa perubahan sistem pengelolaan, tumpukan sampah berpotensi terus menjadi sumber masalah baru, mulai dari pencemaran lingkungan hingga ancaman kebakaran yang membahayakan masyarakat.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
KAI Sumut Ajak Masyarakat Lebih Disiplin di Perlintasan
Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan ke Siantar, KAI Sumut Hadirkan Transportasi Terjangkau
Ruang Laboratorium Tanah dan Gudang Penyimpanan Barang Pusat Penelitian Kelapa Sawit Kebakaran
KAI Sumut Perkuat Mitigasi Risiko Cuaca, Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Pelanggan
Api Melalap Hutan Alas Roban, Dugaan Pembakaran Liar Jadi Sorotan
Hadirkan Kemudahan Perjalanan, KAI Sumut Perkuat Peran Garda Terdepan Layanan Pelanggan