Rabu, 23 September 2026

97 Persen Masih Salah! Ini Waktu Sikat Gigi yang Benar Menurut Dokter

Muchlis - Jumat, 18 September 2026 07:41 WIB
97 Persen Masih Salah! Ini Waktu Sikat Gigi yang Benar Menurut Dokter
waktu sikat gigi yang benar
Topikseru.com - Kebiasaan menyikat gigi harian ternyata belum menjamin kesehatan mulut masyarakat terbebas dari masalah. Data terbaru menunjukkan lebih dari 95 persen warga Indonesia sudah rajin membersihkan gigi setiap hari, namun mayoritas di antaranya masih melakukan kesalahan waktu sikat gigi yang berisiko fatal pada lapisan enamel. Persentase masyarakat yang menyadari dan menerapkan waktu sikat gigi yang benar ternyata masih sangat minim, yakni berada di bawah angka 3 persen.

Ironi 97 Persen Salah Jam Sikat Gigi

Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg. Tari Tritarayati, mengungkapkan kekeliruan kaprah ini dalam gelaran pers konferensi Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN 2026 Jakarta) pada Kamis (17/9/2026). "Kalau kita lihat dari data yang ada, 95 persen ke atas masyarakat sudah menyikat gigi. Tetapi survei membuktikan bahwa cara dan waktu menyikat giginya salah," ungkap Tari. Kondisi salah kaprah ini tergambar nyata saat Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyapa siswa di SDN Menteng 01. Saat ditanya mengenai kebiasaan pagi, seluruh murid mengaku telah menyikat gigi. Namun, tidak ada satu pun siswa yang mengacungkan tangan ketika ditanya apakah mereka menyikat gigi setelah menyantap sarapan. Kebanyakan warga hanya menyikat gigi saat mandi pagi sebelum makan dan saat mandi sore. Padahal, jam terbaik menyikat gigi yang disarankan dunia medis adalah tepat setelah sarapan pagi dan menjelang tidur di malam hari.

Efek Makanan Manis dan Cara Bakteri Merusak Gigi

Masalah kebersihan mulut ini diperparah oleh pola konsumsi masyarakat yang tinggi gula. Riset mencatat sebanyak 45,7 persen warga mengonsumsi makanan atau minuman manis lebih dari satu kali dalam sehari. Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Prof. drg. Suryono, meluruskan pemahaman keliru publik terkait efek makanan manis pada gigi dan bagaimana gigi berlubang bisa terjadi:
  • Bukan kuman memakan gigi: Bakteri di dalam mulut tidak menggerogoti struktur keras gigi secara langsung.
  • Bakteri mengolah gula: Bakteri memanfaatkan sisa makanan manis (substrat) yang tertinggal di sela gigi sebagai bahan makanan.
  • Produksi zat asam: Proses metabolisme zat manis oleh bakteri tersebut menghasilkan senyawa asam pekat.
  • Pengikisan enamel: Asam pekat inilah yang perlahan melarutkan kalsium dan merusak permukaan keras gigi hingga memicu lubang.
Melalui edukasi kesehatan gigi mulut yang lebih masif, PB PDGI mendorong masyarakat untuk mengoreksi jadwal pembersihan gigi harian serta membatasi asupan gula demi menekan angka kerusakan gigi nasional.

Langkah dan Teknik Menyikat Gigi yang Tepat

Menyikat gigi secara efektif memerlukan teknik yang lembut agar plak terangkat sempurna tanpa mengikis lapisan enamel maupun melukai gusi.

Alat dan Bahan yang Tepat

  • Gunakan sikat bulu lembut: Sikat bermaterial soft efektif membersihkan sisa makanan tanpa menggores struktur enamel gigi.
  • Pasta gigi berfluorida: Gunakan secukupnya atau sebesar biji jagung untuk membantu memperkuat mineral pada gigi.

Teknik Utama (Metode Bass)

  • Kemiringan 45 derajat: Posisikan sikat membentuk sudut 45 derajat mengarah ke garis batas antara gusi dan gigi.
  • Gerakan melingkar halus: Gerakkan sikat perlahan secara melingkar kecil-kecil, bukan menggosok secara horizontal ke kiri dan kanan dengan tekanan kuat.
  • Sapu keluar: Setelah gerakan melingkar di batas gusi, sapu sikat gigi dari arah gusi ke ujung gigi (dari atas ke bawah untuk gigi atas, dan dari bawah ke atas untuk gigi bawah).

Urutan Pembersihan Seluruh Bagian

  • Permukaan luar: Sikat bagian depan gigi yang menghadap ke bibir dan pipi secara merata.
  • Permukaan dalam: Miringkan sikat secara vertikal untuk membersihkan bagian belakang gigi depan, lalu tarik perlahan keluar.
  • Permukaan kunyah: Lapisi gigi geraham atas dan bawah dengan gerakan maju-mundur secara perlahan pada area yang digunakan untuk mengunyah.
  • Pembersihan lidah: Usap permukaan lidah dari arah belakang ke depan secara perlahan untuk menghilangkan koloni bakteri penyebab bau mulut.

Waktu dan Durasi Pembersihan

  • Durasi 2 menit: Bagi area mulut menjadi 4 bagian (kanan atas, kiri atas, kanan bawah, kiri bawah) dan luangkan waktu 30 detik untuk masing-masing bagian.
  • Waktu yang tepat: Lakukan secara konsisten sebanyak dua kali sehari, yaitu tepat setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait