Rabu, 23 September 2026

Kue Lontar Ramaikan Pasar Kuliner Medan, Mahasiswa Papua Jadi Produsen Andalan

Administrator - Rabu, 29 Oktober 2025 17:17 WIB
Kue Lontar Ramaikan Pasar Kuliner Medan, Mahasiswa Papua Jadi Produsen Andalan
kue Lontar Medan
Topikseru.com - Mahasiswa asal Papua di Medan kini kian produktif mengembangkan usaha kuliner khas Tanah Papua, yakni kue Lontar. Sekilas mirip pie susu, kue ini dikenal dengan cita rasa manis, gurih, serta tekstur lembut, dan mulai diminati masyarakat sekitar kampus. Kue Lontar dibuat dari bahan dasar susu, margarin, terigu, serta vanili, kemudian dipadukan dengan beragam topping seperti cokelat, keju, hingga potongan buah. Tradisi menghidangkan kue ini biasanya ditemukan pada acara keluarga hingga perayaan hari besar keagamaan di Papua.

Jejak Sejarah dari Masa Kolonial

Secara historis, kue Lontar dibawa oleh serdadu kolonial Belanda ke wilayah Fak-Fak dengan nama ronde taart atau kue bundar. Karena masyarakat setempat kesulitan melafalkannya, penyebutan berubah menjadi Lontar, yang kemudian menjadi ikon kuliner tradisional Papua.

Produksi Harian Capai 50 Pcs

Beto, mahasiswa sekaligus produsen kue Lontar yang ditemui Topikseru.com pada Rabu (29/10/2025) di Jalan Dr. Mansyur Medan, mengatakan permintaan terhadap kue ini terus meningkat. "Sebagian besar pembeli ingin merasakan suasana kampung halaman lewat kue Lontar," ujar Beto. Dalam sehari, ia memproduksi sekitar 50 potong dengan harga Rp 5.000 per pcs, dan hampir selalu ludes terjual.

Merambah Konsumen di Luar Kalangan Papua

Tak hanya menyasar sesama mahasiswa Papua, Beto juga memperluas promosinya ke masyarakat umum, terutama di sekitar lingkungan kampus Universitas Sumatera Utara (USU). Respon positif membuat kue ini mulai dikenal secara lebih luas. Meski demikian, keterbatasan lokasi pemasaran menjadi tantangan utama. "Kendala kami itu tempat pemasaran yang masih belum menjangkau lebih luas," jelasnya.

Tersedia Secara Preorder

Saat ini, kue Lontar dapat dipesan melalui sistem preorder dan dapat ditemui di sejumlah titik sekitar kampus USU. Beto berharap usaha ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi mahasiswa Papua di perantauan. Fenomena ini menunjukkan makin berkembangnya kreativitas usaha rumahan mahasiswa, seiring tren kuliner kekinian yang terus tumbuh pesat di kota-kota besar, termasuk di Kota Medan.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Anggota KKB Diduga Terlibat Penembakan ASN di Yahukimo Ditangkap, 3 Amunisi Disita
BMKG Ingatkan Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sumut 24 September
DNA Cocok, Kru KM Arupadatu I yang Ditemukan di Enggano Teridentifikasi
Herdman Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Timnas Indonesia Diminta Fokus Satu Laga
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu