Jumat, 25 September 2026

Misteri Taksi Listrik Mogok di Rel: Pakar ITB Ungkap Sejumlah Kemungkinan Teknis di Balik Tragedi Bekasi

Muchlis - Rabu, 29 April 2026 23:10 WIB
Misteri Taksi Listrik Mogok di Rel: Pakar ITB Ungkap Sejumlah Kemungkinan Teknis di Balik Tragedi Bekasi
taksi listrik mogok
Topikseru.com, Jakarta - Insiden kecelakaan maut yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Salah satu aspek yang menarik perhatian publik adalah dugaan taksi listrik yang mogok di perlintasan rel sebelum kejadian tragis tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/4/2026) itu menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia serta sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Dalam kronologi awal, kendaraan listrik yang diduga berhenti mendadak di jalur rel menjadi pemicu rangkaian kecelakaan. [irp posts="41777" ]

Dugaan Penyebab Teknis Taksi Listrik Mogok

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kemungkinan teknis yang bisa menjelaskan mengapa kendaraan listrik bisa tiba-tiba berhenti. Menurutnya, salah satu faktor krusial adalah gangguan pada baterai tegangan rendah (low voltage) 12 volt. "Baterai ini berfungsi sebagai sumber daya awal untuk sistem komputer kendaraan, termasuk sensor, modul kontrol, hingga sistem keselamatan. Jika tegangannya turun drastis, seluruh sistem bisa terganggu," jelas Yannes. Selain itu, faktor getaran saat kendaraan melintasi rel juga bisa menjadi pemicu gangguan serius. Getaran yang terjadi dalam waktu lama, terutama jika bersamaan dengan hentakan keras, berpotensi mengendurkan komponen penting pada sistem kendaraan. Hal ini bisa berdampak pada performa mesin hingga menyebabkan kendaraan berhenti total.

Sistem Keamanan Bisa Aktif Otomatis

Tak hanya faktor mekanis, sistem keamanan canggih pada kendaraan listrik juga bisa menjadi penyebab. Yannes menjelaskan, saat sistem mendeteksi adanya anomali atau gangguan, fitur keamanan seperti immobilizer atau pengunci setir dapat aktif secara otomatis. Akibatnya, kendaraan akan terkunci dan tidak dapat dioperasikan, termasuk saat berada di lokasi berbahaya seperti perlintasan rel.

Gangguan Sistem Baterai hingga Komponen Utama

Kemungkinan lain yang turut menjadi sorotan adalah gangguan pada Battery Management System (BMS). Sistem ini berfungsi mengatur distribusi energi dalam kendaraan listrik. Jika terjadi kesalahan pembacaan arus atau estimasi daya, kendaraan bisa mengalami mati mendadak. Selain itu, kegagalan pada komponen vital seperti inverter atau konverter DC-DC juga dapat menyebabkan hilangnya tenaga secara tiba-tiba, sehingga kendaraan tidak bisa bergerak. [irp posts="41873" ]

Investigasi Masih Berjalan

Meski berbagai kemungkinan telah dipaparkan, Yannes menegaskan bahwa seluruh analisis tersebut masih bersifat teoritis dan memerlukan investigasi lebih lanjut. "Perlu penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kejadian, termasuk pemeriksaan kendaraan, sistem, serta kondisi di lapangan," ujarnya. Sementara itu, kecelakaan yang melibatkan kereta api Argo Bromo dan KRL Commuter Line tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem keselamatan transportasi, baik dari sisi teknologi kendaraan maupun infrastruktur perkeretaapian.

Sumber
:
Berita Terkait
Purbaya Pilih Xpeng X9 untuk Kurangi BBM, Ini Harga Mobil Listriknya
REEV Bakal Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia, Apa Bedanya dengan Hybrid?
Jaecoo J5 EV Cetak Rekor Penjualan Juli 2026, Tembus 3.200 Unit
Jaecoo J5 Pimpin Penjualan Mobil Listrik Indonesia 2026
Ombudsman Soroti Lemahnya Mitigasi Keselamatan Usai Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Merek Mobil China Kian Dominasi Indonesia, BYD Salip Honda di 2026