Selasa, 29 September 2026

Harga Minyak Dunia Menguat Sekaligus Mencatat Kenaikan Mingguan Pertama

Mhd Rabbani - Sabtu, 23 Agustus 2025 13:09 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat Sekaligus Mencatat Kenaikan Mingguan Pertama
Harga Minyak Dunia
Topikseru.com - Pada perdagangan Jumat (22/8/2025) harga minyak dunia ditutup menguat sekaligus mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Pasar mencermati ketidakpastian proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang berjalan lambat. Melansir Reuters, minyak mentah Brent naik tipis 6 sen atau 0,09% menjadi US$ 67,73 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) bertambah 14 sen atau 0,22% ke level US$ 63,66 per barel. Dalam sepekan, Brent mencatat kenaikan 2,9% sedangkan WTI naik 1,4%. “Semua orang menunggu langkah berikutnya dari Presiden Trump. Namun dalam beberapa hari ke depan tampaknya belum akan ada perkembangan berarti,” kata Giovanni Staunovo, analis komoditas UBS. Presiden AS Donald Trump mengatakan masih ingin melihat apakah Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dapat mencapai kesepakatan damai. Namun, analis menilai negosiasi berjalan lebih lambat dari ekspektasi pasar. Perang yang sudah berlangsung 3,5 tahun tetap berkecamuk pekan ini. Rusia melancarkan serangan udara di dekat perbatasan Ukraina-Uni Eropa. Sementara Ukraina mengklaim berhasil menghantam kilang minyak Rusia dan stasiun pompa Unecha, bagian penting dari pipa Druzhba menuju Eropa. Aliran minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia diperkirakan terhenti minimal lima hari. “Semakin kecil peluang gencatan senjata, semakin besar kemungkinan AS memberlakukan sanksi yang lebih keras kepada Rusia,” tulis analis ING dalam catatan riset. Selain faktor geopolitik, harga minyak juga didukung oleh laporan penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan, stok minyak turun 6 juta barel pada pekan yang berakhir 15 Agustus, jauh di atas perkiraan penurunan 1,8 juta barel. Baker Hughes juga melaporkan jumlah rig minyak dan gas AS turun satu unit menjadi 538, terendah sejak pertengahan Juli. Namun, pelemahan data ekonomi Jerman yang mengalami kontraksi 0,3% pada kuartal II-2025 menimbulkan kekhawatiran permintaan energi di Eropa. Pasar kini menantikan hasil simposium ekonomi Jackson Hole di Wyoming. Ketua The Fed Jerome Powell memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September, meski belum memberikan komitmen pasti. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Sumber
:
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah Buka Formula Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Green
Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz, Jalur Minyak Global Kembali Memanas
Bahlil Temui Menteri Energi Rusia, Indonesia Berpeluang Impor Minyak Mentah
Harga Minyak Berpotensi Naik Pasca Perang AS-Israel Melawan Iran Memasuki Pekan Ketiga
Oman Evakuasi Kapal dari Terminal Minyak Mina al-Fahal di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Iran Ancam Serang Setiap Kapal Melintas Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$200 per Barel