Sabtu, 26 September 2026

Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz, Jalur Minyak Global Kembali Memanas

Muchlis - Jumat, 08 Mei 2026 20:41 WIB
Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz, Jalur Minyak Global Kembali Memanas
Pemerintah menetapkan ICP Agustus 2026 sebesar US$89,43 per barel, naik US$7,75 dari Juli.
Topikseru.com - Sebuah kapal tanker minyak milik perusahaan asal China dilaporkan menjadi sasaran serangan di kawasan mulut Selat Hormuz pada awal pekan ini. Laporan media bisnis China, Caixin, menyebut serangan terjadi di perairan dekat Pelabuhan Al Jeer, Uni Emirat Arab, pada Senin, 4 Mei 2026. Insiden tersebut memicu kebakaran di bagian dek kapal tanker. Dalam laporan itu disebutkan tulisan “China Owner & Crew” terpampang jelas pada badan kapal yang menjadi target serangan. Peristiwa tersebut disebut sebagai pertama kalinya kapal tanker asal China diserang di kawasan strategis Selat Hormuz.

Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas Konflik

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gangguan terhadap jalur pelayaran internasional. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut, menurut laporan, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil di sejumlah wilayah Iran. Situasi sempat mereda setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada 7 April 2026. Namun, proses diplomasi lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru.

Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Presiden Donald Trump kemudian memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata untuk memberi ruang bagi Iran menyiapkan proposal bersama terkait penyelesaian konflik. Meski demikian, eskalasi keamanan di kawasan Teluk Persia masih terus memengaruhi aktivitas perdagangan global. Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi rute utama distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.

Gangguan Pelayaran Picu Lonjakan Harga Minyak

Memanasnya situasi keamanan di Selat Hormuz berdasarkan laporan, membuat lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut hampir lumpuh total. Gangguan distribusi energi global itu turut memicu kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir. Analis energi menilai stabilitas kawasan Selat Hormuz akan menjadi faktor penting bagi pasar energi internasional, terutama di tengah tingginya ketergantungan dunia terhadap suplai minyak dari kawasan Timur Tengah. Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tanker asal China tersebut.

Sumber
:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
Rupiah Anjlok ke Rp 17.753/US$, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Trump-Warsh
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz
Taruhan KTT Xi-Trump: China Ancam Batal Temui AS akibat Senjata Taiwan
ICP Agustus 2026 Tembus US$89,43 per Barel, Harga Minyak Dunia Makin Panas
Kedaulatan Diusik, Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dan Tutup Wilayah Udara untuk UEA