Jumat, 25 September 2026

Jurus Menkeu Purbaya: Gelontorkan Rp 200 Triliun Bikin Perbankan Gembira dan IHSG Berjaya

Muchlis - Jumat, 12 September 2025 23:01 WIB
Jurus Menkeu Purbaya: Gelontorkan Rp 200 Triliun Bikin Perbankan Gembira dan IHSG Berjaya
pemotongan gaji menteri
Topikseru.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atau Menkeu Purbaya resmi mencairkan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Jumat (12/9/2025). Kebijakan ini langsung memantik sentimen positif di pasar modal, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 106,16 poin atau 1,37 persen ke level 7.854,06. "Janji saya menambah Rp 200 triliun ke perbankan sudah diputuskan. Siang ini disalurkan dan sore sudah masuk," kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta. Dana tersebut ditempatkan dalam bentuk Deposito On Call tanpa lelang dan tanpa pengaturan tenor. Skema ini memberi keleluasaan bank untuk segera menyalurkan kredit ke sektor riil.

Rincian Dana ke Bank Himbara

Bank Rakyat Indonesia (BRI): Rp 55 triliun Bank Negara Indonesia (BNI): Rp 55 triliun Bank Mandiri: Rp55 triliun Bank Tabungan Negara (BTN): Rp 25 triliun Bank Syariah Indonesia (BSI): Rp 10 triliun Menkeu Purbaya menjelaskan, porsi dana ke BSI lebih kecil karena ukuran bank tersebut relatif kecil, meski tetap dilibatkan untuk menopang pembiayaan di Aceh.

IHSG Menguat, Pasar Merespons Positif

Kebijakan penempatan dana pemerintah di Himbara membuat pasar bergairah. "Investor merespons positif langkah pemerintah menyalurkan kas negara ke perbankan," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas. LQ45 juga naik 9,90 poin atau 1,25 persen ke posisi 804,74. Pelaku pasar kini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16–17 September 2025, yang diperkirakan masih menahan BI Rate di level 5 persen.

Respons Bank Himbara

BNI menyebut penempatan dana pemerintah akan menambah ruang likuiditas dan memperkuat fungsi intermediasi. "BNI berkomitmen menyalurkan kredit sehat dan produktif, sejalan dengan prioritas pemerintah," kata Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo. Bank Mandiri menilai kebijakan ini mendukung stabilitas sistem keuangan. "Dana pemerintah akan memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK) sekaligus memperlancar transmisi kebijakan moneter," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara. Sementara BSI menegaskan dana ini akan dialirkan untuk program prioritas, mulai dari rumah subsidi hingga pembiayaan UMKM. "Sejauh ini kinerja BSI solid. Hingga Mei 2025, pembiayaan masih tumbuh double digit," kata Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar.

Dorong Ekonomi Riil

Purbaya menegaskan dana Rp200 triliun tidak boleh dipakai untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN). "Tujuannya mendorong sektor riil. Kalau bank tidak menyalurkan kredit, justru mereka rugi sendiri," tegasnya. Dengan tambahan likuiditas ini, pemerintah berharap perbankan lebih agresif menyalurkan kredit, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional bisa terakselerasi dalam jangka pendek.
Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan
Menkeu Suahasil Nazara Buka Suara Soal Perombakan Bea Cukai Warisan Purbaya
Di Tengah Janji Anggaran PPPK Rp 31 T, Purbaya Digantikan Suahasil Nazara