Jumat, 09 Oktober 2026

Dolar AS Bertahan di Dekat Level Tertinggi Dalam Lebih Dari Dua Pekan

Mhd Rabbani - Kamis, 30 April 2026 16:02 WIB
Dolar AS Bertahan di Dekat Level Tertinggi Dalam Lebih Dari Dua Pekan
batas beli dolar 2026
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (30/4/2026) Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Setelah sikap lebih hawkish dari The Fed mendorong lonjakan imbal hasil obligasi. Sementara yen Jepang melemah hingga menembus level psikologis 160 per dolar. [irp posts="41814" ] Ketua The Fed Jerome Powell menutup masa jabatannya dengan keputusan menahan suku bunga di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi. Keputusan tersebut diambil melalui voting 8-4—yang menjadi perpecahan terbesar sejak 1992. [irp posts="41921" ] Imbal Hasil Obligasi Melonjak Nada hawkish dari The Fed memicu kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield obligasi tenor 2 tahun naik ke 3,928%. Sementara yield 10 tahun mencapai 4,421%, keduanya merupakan level tertinggi sejak akhir Maret. Pasar kini menghapus ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini, bahkan mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga ke depan. Menurut Rodrigo Catril, analis mata uang dari National Australia Bank, perubahan nada kebijakan Serta perpecahan internal di The Fed mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak inflasi dari konflik Iran. Dolar Didukung Sentimen Risiko dan Harga Energi Lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah turut menopang penguatan dolar. Seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan kenaikan yield obligasi AS. Indeks dolar tercatat stabil di level 98,852, mendekati posisi tertinggi sejak pertengahan April. Sementara itu, Euro berada di US$1,1689, Poundsterling di US$1,34877. Dolar Australia di US$0,71285, dan Dolar Selandia Baru di US$0,58394. Pelaku pasar juga mencermati keputusan kebijakan moneter dari Bank of England Dan European Central Bank yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Yen Melemah, Risiko Intervensi Meningkat Yen Jepang melemah 0,1% ke level 160,16 per dolar, mendekati ambang yang sebelumnya memicu intervensi pemerintah Jepang. Meski Bank of Japan telah memberi sinyal potensi kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, mata uang yen tetap tertekan. Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, yen telah melemah lebih dari 2%. Investor juga meningkatkan posisi short yen ke level tertinggi dalam hampir dua tahun. Mencerminkan keyakinan bahwa kebijakan moneter maupun intervensi belum cukup kuat untuk menopang mata uang tersebut. Analis mencatat pemerintah Jepang kemungkinan akan berhati-hati dalam melakukan intervensi terlalu dini. Mengingat ketergantungan tinggi negara tersebut terhadap impor energi di tengah lonjakan harga minyak global. Dengan kombinasi faktor inflasi, geopolitik, dan kebijakan moneter global. Pasar valuta asing diperkirakan masih akan bergerak volatil dalam waktu dekat.

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Emas Dunia Tertekan, Tembus Level Terendah 2 Bulan karena Dolar dan The Fed
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini