Jumat, 25 September 2026

PELNI Sukses Layani Kapal Pesiar MV Odyssey, Perkuat Pariwisata Bahari Indonesia

Muchlis - Kamis, 21 Mei 2026 16:59 WIB
PELNI Sukses Layani Kapal Pesiar MV Odyssey, Perkuat Pariwisata Bahari Indonesia
PELNI
Topikseru.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI sukses mendukung operasional kapal pesiar internasional MV Odyssey selama pelayarannya di wilayah Indonesia melalui layanan full port agency. Kapal pesiar MV Odyssey dengan kapasitas 24.344 Gross Tonnage (GT), panjang 194 meter, dan membawa 274 penumpang tersebut pertama kali memasuki Indonesia melalui Pulau Komodo pada 25 April 2026 setelah berlayar dari Timor-Leste.

MV Odyssey Singgahi Sejumlah Pelabuhan Strategis

Selama berada di Indonesia, MV Odyssey melakukan perjalanan ke sejumlah pelabuhan utama, di antaranya:
  • Pelabuhan Benoa
  • Pelabuhan Tanjung Perak
  • Pelabuhan Tanjung Mas
Untuk memastikan operasional kapal berjalan lancar, PELNI memberikan layanan menyeluruh mulai dari pengurusan dokumen kapal bersama instansi terkait hingga fasilitas pendukung bagi wisatawan kapal pesiar.

PELNI Berikan Layanan Full Port Agency

[caption id="attachment_45350" align="alignnone" width="1280"]PELNI PELNI sukses mendukung operasional kapal pesiar MV Odyssey di Indonesia melalui layanan full port agency. Foto: Dok. Humas PELNI[/caption] Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan dukungan terhadap MV Odyssey menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam melayani kapal internasional, khususnya sektor kapal pesiar. Menurutnya, layanan yang diberikan mencakup:
  • Pengurusan dokumen kapal
  • Kebutuhan operasional pelabuhan
  • Paket wisata Pulau Komodo
  • Shuttle bus bagi penumpang di Surabaya dan Semarang
  • Dukungan hospitality selama kapal berada di Indonesia
"Kami siap memberikan dukungan menyeluruh mulai dari pengurusan dokumen, kebutuhan operasional kapal, hingga layanan hospitality bagi penumpang," ujar Ditto.

Dukung Pengelolaan Lingkungan Pelabuhan

Selain layanan operasional, PELNI juga bekerja sama dengan PT Lamong Energi Indonesia dalam penanganan limbah greywater dari MV Odyssey. Sebanyak 400 ton greywater ditangani di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, sebagai bagian dari penerapan standar pengelolaan lingkungan di pelabuhan Indonesia. Langkah tersebut menjadi penting untuk mendukung industri kapal pesiar yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan maritim nasional.

PELNI Incar Posisi Strategis di Industri Kapal Pesiar

PELNI menegaskan akan terus memperkuat kapabilitas layanan full port agency dan operasional logistik kapal internasional di berbagai pelabuhan nasional. Perusahaan pelayaran milik negara itu juga menargetkan diri menjadi mitra strategis industri kapal pesiar internasional dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi maritim Indonesia. "Kami siap menjadi mitra strategis bagi industri kapal pesiar untuk mendukung target pemerintah dalam pengembangan pariwisata dan perekonomian nasional," kata Ditto. Keberhasilan penanganan MV Odyssey sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang semakin kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Sumber
:
Berita Terkait
PELNI Perkuat Budaya Safety di 84 Kapal lewat Fleet Safety Excellence Award 2026
Erupsi Anak Krakatau, PELNI Pastikan Kapal Tetap Berlayar: Ini Jadwal dari Jakarta
Sinergi BUMN Dorong Ekonomi & Sosial Banda Neira Lewat TJSL Berkelanjutan
PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Gempa NTT di Tanjung Priok, Angkutan Gratis 100%
481 Koli Bantuan Gempa NTT Diangkut KM Tidar, Tarif Muatan Digratiskan 100 Persen
PELNI Kirim 200 Koli Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Berangkat dari Surabaya