Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (21/7/2026) pagi. Pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 34,65 poin atau 0,59% ke 6.268,71.
Ada sebanyak 304 saham naik, 84 saham turun dan 260 saham stagnan. Delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.
Sedangkan tiga indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 1,22%, sektor barang baku naik 0,65% dan sektor energi yang naik 0,64%.
Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor kesehatan yang turun 0,23%, sektor perindustrian turun 0,34% dan sektor barang konsumen siklikal yang turun 0,10%.
Dengan total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,70 miliar saham, dengan total nilai Rp 726,38 miliar.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (3,99%)
2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) (2,99%)
3. PT Indosat Tbk (ISAT) (2,09%)
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (-0,55%)
2. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) (-0,41%)
3. PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) (-0,38%)
Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat dengan Rentang 6.170 hingga 6.290
Pada awal perdagangan Senin (20/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melanjutkan penguatan ditutup menguat 0,91% atau naik 56,24 poin ke level 6.231,78.
Menanggapi hal tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat sebesar 56,24 poin atau 0,91% ke level 6.231,78,” kata.
Ia menjelaskan, sektor industrials menjadi penopang utama penguatan dengan kenaikan 3,44%, sementara sektor teknologi menjadi yang terlemah setelah terkoreksi 0,56%.
Dari sisi global, bursa Asia cenderung melemah akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi.
Meski demikian, data inflasi Amerika Serikat yang dirilis sebelumnya menunjukkan adanya perlambatan.
Di China, bank sentral People’s Bank of China (PBoC) juga mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya di level terendah untuk bulan ke-14 berturut-turut, sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar.
Sementara itu, dari dalam negeri, Nico menilai penguatan IHSG didukung oleh kuatnya momentum investasi.
“Investasi asing langsung (FDI) melonjak 27,4% secara tahunan ke rekor tertinggi pada kuartal II -2026, sehingga memperkuat sentimen pasar,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penguatan IHSG masih dibayangi sikap hati-hati investor menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan ini.
Hal ini seiring langkah bank sentral yang sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin secara kumulatif pada Mei hingga Juni untuk menopang nilai tukar rupiah.
Untuk perdagangan Selasa (21/7/2026), Nico memperkirakan pergerakan IHSG cenderung menguat dalam rentang terbatas.
“IHSG diperkirakan bergerak menguat dengan rentang 6.170 hingga 6.290,” ujarnya.
Dari sisi sektoral, ia menilai saham-saham perbankan masih menarik untuk dicermati oleh investor di tengah kondisi pasar saat ini.
Berita Terkait