Jumat, 25 September 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bakal Melemah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melanjutkan Tren Naik

Mhd Rabbani - Jumat, 24 Juli 2026 06:01 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bakal Melemah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melanjutkan Tren Naik
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (23/7/2026) nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Di mana lonjakan harga minyak mentah dunia yang kembali menembus level US$ 90 per barel menjadi sentimen utama yang membebani pergerakan mata uang Garuda. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 17.936 per dolar AS, melemah 0,11% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 17.917 per dolar AS. Sementara itu, rupiah berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) juga ditutup melemah ke level Rp 17.915 per dolar AS pada perdagangan hari ini, dari posisi sehari sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali menguat dalam beberapa hari terakhir. Mengacu pada data Trading Economics per pukul 16.15 WIB, harga minyak mentah Brent berada di level US$ 98,4 per barel, atau telah naik sekitar 61,7% secara year to date (YtD). Harga Minyak Tekan Pasar Harga minyak dunia tekan rupiah Lukman mengatakan kenaikan harga minyak menjadi faktor utama yang mendorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS oleh kembali naiknya harga minyak mentah dunia yang telah melewati US$ 90 per barel," ujar Lukman. Menurutnya, kenaikan harga minyak cenderung memberikan tekanan terhadap rupiah karena Indonesia masih mengandalkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk pembayaran impor sehingga menekan nilai tukar rupiah. Selain itu, minimnya agenda rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat membuat perhatian investor lebih tertuju pada perkembangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Lukman menilai ketegangan geopolitik di kawasan tersebut masih berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek. Proyeksi rupiah Jumat (24/7) Untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), Lukman melihat kondisi fundamental domestik sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan. Meski demikian, potensi pelemahan rupiah masih terbuka apabila harga minyak dunia terus melanjutkan tren kenaikannya. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.850 hingga Rp 18.000 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan nanti.  
Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS