Sabtu, 26 September 2026

Harga Tembaga Turun 0,32% Terseret di Level US$14.086,5 Per Ton Tertekan Penguatan Dolar AS

Mhd Rabbani - Kamis, 13 Agustus 2026 19:21 WIB
Harga Tembaga Turun 0,32% Terseret di Level US$14.086,5 Per Ton Tertekan Penguatan Dolar AS
Tembaga
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (13/8/2026) harga tembaga dan sejumlah logam industri melemah tertekan penguatan dolar AS. Setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) tidak mengubah ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bulan depan. Harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,32% menjadi US$14.086,5 per ton pada pukul 03.00 waktu setempat. Kontrak tembaga yang paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) juga melemah 0,55% menjadi 107.580 yuan atau sekitar US$15.951,72 per ton. Indeks dolar AS naik 0,05% ke level 100 dan berada di jalur kenaikan sekitar 0,4% sepanjang pekan ini. Data inflasi konsumen AS pada Juli yang relatif moderat dinilai belum cukup untuk mengubah sikap hawkish The Fed. Penguatan dolar membuat komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Kondisi tersebut menekan permintaan logam industri, terutama tembaga. "Masih banyak logam yang tersedot ke AS," kata David Wilson, kepala strategi komoditas BNP Paribas. Meski tertekan dolar, harga tembaga masih mendapat dukungan dari penurunan persediaan di gudang LME. Ketidakpastian mengenai potensi tarif AS terhadap impor tembaga olahan juga mendorong aliran logam ke pasar AS. Namun, tekanan dari sisi permintaan mulai terlihat di China sebagai konsumen logam terbesar dunia. Premi tembaga Yangshan yang menjadi indikator permintaan impor China turun ke level terendah dalam empat pekan pada Rabu (12/8). Sementara itu, harga aluminium acuan LME dan SHFE turun hampir 1%. Penurunan ini menjadi yang kedua secara beruntun setelah aluminium sebelumnya mencatat reli selama tujuh sesi. Prospek membaiknya pasokan dari Timur Tengah turut meredakan kekhawatiran pasar. Sejumlah fasilitas peleburan yang rusak akibat perang juga diperkirakan mulai kembali beroperasi. Kondisi ini terjadi meski negosiasi perdamaian antara AS dan Iran masih menemui jalan buntu dan berpotensi mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz. Di LME, harga seng turun 0,64%, timbal melemah 0,24%, nikel turun 0,93%, dan timah terkoreksi 0,69%. Sementara di SHFE, seng turun 0,29%, nikel melemah 0,27%, dan timah turun 0,96%. Hanya timbal yang menguat, yakni 0,57%. Cek Berita dan Artikel yang lain di G

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Terjatuh di Zona Merah Ditutup di Level Rp17.758 per Dolar AS