Jumat, 25 September 2026

IHSG Melesat 1,11% Berdiri Perkasa di Level 6.473,12 di Awal Perdagangan, Selasa (18/8/2026)

Mhd Rabbani - Selasa, 18 Agustus 2026 11:16 WIB
IHSG Melesat 1,11% Berdiri Perkasa di Level 6.473,12 di Awal Perdagangan, Selasa (18/8/2026)
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan, Selasa (18/8/2026) pada pukul 09.03 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak pada perdagangan pagi ini, melanjutkan kenaikan pada akhir pekan lalu. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG melesat 1,11% ke level 6.473,12 di pasar spot. Mayoritas indeks sektoral kompak menguat jadi penopang IHSG. Sektor yang naik paling tinggi adalah energi, perindustrian, barang baku, infrastruktur, barang konsumer non priimer, transportasi, barang konsumer primer dan keuangan. Dengan total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,32 miliar dengan nilai transaksi Rp 632,07 miliar. Ada sebanyak 285 saham yang menguat jadi penyokong IHSG, 186 saham melemah dan 225 saham yang stagnan. Top gainers di LQ45 adalah: 1. PT Indika Energy Tbk (INDY) 3,91% ke Rp 2.660 per saham 2. PT Indosat Tbk (ISAT) 3,15% ke Rp 2.620 per saham 3. PT Medco Energi Indoesia Tbk (MEDC) 3,04% ke Rp 1.355 per saham Top losers di LQ45 adalah: 1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 2,50% ke Rp 700 per saham 2. PT ESSA industries Indonesia Tbk (ESSA) 0,76% ke Rp 650 per saham 3. PT Indofook Sukses Makmur Tbk (INDF) 0,67% ke Rp 7.375 per saham

Ananlis Pasar: IHSG Bakal Menguat di Level Support di 6.324 dan Resistance di 6.425

pada perdagangan Selasa (18/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, investor masih perlu mewaspadai sejumlah risiko yang dapat menekan pasar saham Indonesia, terutama potensi keluarnya dana asing setelah investor mencatat net sell dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan Jumat (14/8), IHSG menguat 1,59% ke level 6.401,89. Secara teknikal, penguatan masih berpeluang berlanjut dengan IHSG diproyeksikan menguji area 6.450-6.480. Menanggapi hal tersebut, Head of Research & Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, peluang penguatan tersebut didukung sinyal teknikal yang masih positif. "Stochastic RSI membentuk golden cross di pivot area serta terjadi pelebaran histogram positif MACD," katanya. Meski demikian, arah IHSG tidak hanya ditentukan faktor teknikal. Pasar saham Indonesia masih menghadapi risiko dari sentimen global, mulai dari kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) hingga rilis sejumlah data ekonomi utama. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, investor akan mencermati hasil rapat Gubernur Bank Sentral AS, The Fed, serta data PMI manufacturing, services, dan composite AS. Dari Eropa, perhatian tertuju pada data inflasi consumer price index (CPI) serta PMI manufacturing, services, dan composite. Sementara dari China, investor menanti data penjualan ritel dan produksi industri. Risiko lain datang dari dalam negeri. Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pekan ini terkait keputusan suku bunga acuan. BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Selain arah suku bunga, investor juga akan melihat dampak pengumuman MSCI terhadap aliran dana ke pasar saham Indonesia. Dalam sepekan terakhir, investor mencatat net sell sebesar Rp 1,58 triliun. Kondisi tersebut menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan meski IHSG masih berpeluang menguat secara teknikal. Tekanan jual asing dapat membatasi ruang penguatan indeks apabila berlanjut di tengah ketidakpastian sentimen global dan keputusan kebijakan moneter. Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, IHSG diproyeksikan memiliki level support di 6.324 dan resistance di 6.425.
Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Bergerak Fluktuatif Cenderung Melemah Terbatas
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,23% Tersudut di Level Rp17.735 per Dolar AS