Minggu, 08 November 2026

Harga Minyak Mentah Terkoreksi Setelah Naik Lebih dari 2% Dipicu Ancaman Sanksi Ekonomi AS terhadap Iran

Mhd Rabbani - Jumat, 21 Agustus 2026 08:49 WIB
Harga Minyak Mentah Terkoreksi Setelah Naik Lebih dari 2% Dipicu Ancaman Sanksi Ekonomi AS terhadap Iran
Harga Minyak Mentah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (21/8/2026) harga minyak mentah terkoreksi setelah naik lebih dari 2% kemarin akibat ancaman sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, pukul 07.35 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI). Untuk pengiriman Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 86,12 per barel, turun 0,82% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 86,83 per barel. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Jumat (21/8/2026) pagi, namun diperkirakan akan mencatat kenaikan mingguan yang signifikan. Karena upaya AS untuk mengisolasi Iran meningkatkan kemungkinan gangguan pasar lebih lanjut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, pemerintah AS akan merinci sanksi yang akan dijatuhkan ke Iran pada pekan depan, setelah Presiden AS Donald Trump menggambarkan upaya itu sebagai hari H Ekonomi. Langkah-langkah tersebut akan menargetkan Iran, dan juga dapat menjerat negara-negara yang berhubungan dengan Iran, termasuk China. Harga minyak mentah telah naik lebih dari 50% tahun ini karena konflik AS-Iran menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekacauan, dimana kedua belah pihak bertempur untuk memperebutkan Selat Hormuz. Bessent dalam sebuah wawancara dengan CNBC mengungkapkan, Washington mengendalikan Selat Hormuz, dan kapal-kapal dapat keluar melalui jalur selatan.

Sumber
:
Berita Terkait
PELNI Gandeng Petani Klaten untuk Amankan Pasokan Beras
Simpanan Orang Kaya di Atas Rp 5 Miliar Tumbuh 11,91 Persen, Apa Artinya bagi Ekonomi Indonesia?
Zurich Soroti Resilience Jadi Kunci Kinerja Individu di Tengah Ketidakpastian
Impor Indonesia Melonjak 19,84 Persen, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Nasional?
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Mengapa Sebagian Masyarakat Masih Merasa Hidup Makin Sulit?
DPRD Medan Soroti Kemandirian Ekonomi Warga, di Paripurna Perubahan Perda Kemiskinan