Kamis, 24 September 2026

Bursa Asia Memerah di Perdagangan Senin (31/8/2026): Topix Melemah 0,84% dan Nikkei 225 Ditutup Turun 1,97%

Mhd Rabbani - Selasa, 01 September 2026 09:02 WIB
Bursa Asia Memerah di Perdagangan Senin (31/8/2026): Topix Melemah 0,84% dan Nikkei 225 Ditutup Turun 1,97%
Asia
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Senin (31/8/2026) bursa saham Jepang melemah tertekan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral serta eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, indeks Nikkei 225 ditutup turun 1,97% ke level 65.096,63. Meski demikian, indeks tersebut berhasil memangkas sebagian besar pelemahan setelah sebelumnya anjlok hingga 2,37%. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,84% menjadi 4.111,71. Sentimen pasar turut tertekan setelah Ketua Federal Reserve AS Kevin Warsh kembali menegaskan fokus bank sentral AS dalam mengendalikan inflasi. Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Pasar saham Asia secara umum juga bergerak melemah setelah AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan ketika konflik kedua negara tersebut memasuki bulan keenam. Di Jepang, pasar telah memperhitungkan kemungkinan besar Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter bulan depan. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang juga naik ke level tertinggi dalam beberapa dekade pada perdagangan Senin. Menanggapi hal tersebut, Ekonom Senior Sony Financial Group Takayuki Miyajima mengatakan, pelemahan saham AS pada pekan lalu serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS setelah pernyataan Warsh berpotensi menekan sentimen investor. "Selain penurunan saham AS pada pekan lalu, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS setelah pernyataan Warsh kemungkinan akan membebani sentimen investor," ujar Miyajima. Namun, ia menilai saham sektor keuangan berpotensi mendapat sentimen positif dari ekspektasi kenaikan suku bunga domestik. Kondisi tersebut membuat indeks Topix diperkirakan mampu bertahan lebih baik dibandingkan Nikkei 225. Strategi saham Nomura Securities Maki Sawada mengatakan, Nikkei mulai mengurangi pelemahan setelah sempat turun di bawah level 65.000. Level tersebut dinilai sebagai salah satu titik support penting bagi indeks. Pada perdagangan Senin, sebanyak 131 saham yang tergabung dalam Nikkei 225 menguat, sementara 91 saham melemah dan tiga saham lainnya stagnan. Mitsubishi Materials menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar, yakni 6,57%. Selanjutnya, Japan Steel Works turun 5,61% dan Advantest melemah 4,48%. Sebaliknya, Tokai Carbon menjadi saham dengan penguatan terbesar, naik 7,7%. Kansai Electric Power menguat 7,58%, sedangkan JTEKT naik 5,68%. Di pasar yang lebih luas, saham Ichibanya melonjak hingga batas kenaikan harian 15,9% setelah House Foods Group menyatakan sedang mempertimbangkan berbagai opsi. Termasuk melakukan delisting terhadap saham perusahaan restoran kari tersebut. Saham House Foods juga menguat 7% pada perdagangan Senin.
Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Tokocrypto Peringatkan Risiko Pasar Kripto
Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Masih Berada dalam Fase Konsolidasi
Dominasi Mutlak! Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026 Usai Bantai Nepal
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,74% Tersudut di Level US$ 4.376,10 per Ons Troi
Ketegangan Selat Hormuz: Iran Tuntut AS Patuhi MoU Islamabad, Jepang Desak Hentikan Serangan