Sabtu, 26 September 2026

IHSG Menguat 39,06 Poin Tampil Perkasa di Level 6.564,538 Pagi Ini

Mhd Rabbani - Selasa, 01 September 2026 09:41 WIB
IHSG Menguat 39,06 Poin Tampil Perkasa di Level 6.564,538 Pagi Ini
IHSG
Topiskeru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Selasa (1/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa menguat 39,06 poin atau 0,6% ke 6.564,538. Penguatan IHSG ini hanya disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Perindustrian yang melesat 1,01%. Selanjutnya ada IDX Sektor Teknologi, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Transportasi dan Logistik serta IDX Sektor Energi. Berikutnya, IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer serta IDX Sektor Barang Konsumen Primer. Sementara itu, IDX Sektor Properti dan Real Estate menjadi satu-satunya sektoral yang sektor yang melemah setelah turun 0,12% di awal perdagangan. Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 6,25% PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 5,71% PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 2,27% Top losers LQ45 pagi ini adalah: PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 3,44% PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 3,13% PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 2%

Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Mixed Cenderung Menguat Terbatas dalam Rentang 6.428 dan Resistance 6.585

Pada perdagangan awal September 2026 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas . Adapun IHSG menutup Agustus dengan menguat 0,11% ke level 6.525,48. Alhasil, IHSG ditutup menguat 4,64% secara bulanan atau Month on Month (MoM) di sepanjang Agustus 2026. Namun sepanjang 2026 berjalan ini, IHSG masih terkoreksi 24,53%. Menanggapi hal tersebut, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mencermati, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Pertama, rilis data inflasi dan PMI manufaktur Indonesia untuk periode Agustus 2026. Di mana, konsensus memproyeksikan inflasi Indonesia pada Agustus 2026 di level 2,86% YoY. Sementara, data PMI manufaktur diperkirakan masih berada di zona ekspansif atau di level 50,5. “Sehingga hal ini akan cenderung direspon moderat oleh pasar karena belum adanya perubahan materil,” jelas Audi. Kedua, pergerakan IHSG juga dipengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah seiring dengan pelemahan DXY. Menurutnya, pasar akan cenderung merespon positif jika tren berlanjut. Adapun rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.722 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (31/8/2026). Sementara, rupiah pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) berada di level Rp 17.746 per dolar AS. “Di sisi lain, kenaikan harga minyak pasca serangan militer AS dengan target rocket launcher dan menjadikan serangan pertama lebih dari sebulan terakhir kembali meningkatkan kekhawatiran pasar,” jelas Audi. Sementara itu, kata Audi, secara teknikal IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 6.428 dan resistance 6.585 dengan indikator MACD menunjukkan tren yang melandai. Untuk perdagangan hari ini (1/9/2026), Kiwoom Sekuritas merekomendasikan speculative buy MEDC dengan support di Rp 1.340 dan resistance di level Rp 1.545. Kemudian trading buy ESSA dengan area support dan resistance di Rp 610–Rp 720.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan