Topikseru.com - Upaya mitigasi abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir Kota Medan mendapat penguatan baru melalui integrasi vegetasi alami. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Terminal BBM Medan menanam 200 bibit mangrove di kawasan pemukiman pesisir Lingkungan VII, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Medan.
Aksi lingkungan ini diselaraskan dengan momentum peringatan Hari Ozon Internasional sekaligus memperkokoh struktur fisik tanggul pengendali rob yang telah dibangun dan ditata selama tiga bulan terakhir di lokasi tersebut.
Sinergi Vegetasi Alami dan Penataan Tanggul Rob
Inisiatif penanaman mangrove Pertamina Medan Labuhan dirancang untuk menahan endapan sedimen sekaligus meredam pengikisan tepian akibat pasang air laut yang saban hari mengancam wilayah pemukiman warga pesisir.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Silvani Maiyestuhariani menjelaskan bahwa penghijauan kawasan pesisir ini merupakan pilar utama dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam memitigasi dampak perubahan iklim secara konkret.
"Keberadaan mangrove di sepanjang tanggul diharapkan dapat membantu menahan sedimen, mengurangi pengikisan tepian, serta memperkuat perlindungan alami kawasan dari pengaruh arus dan pasang air laut," kata Silvani dalam keterangan tertulisnya.
Dia menambahkan, program ini menjadi langkah awal dari komitmen jangka panjang antara korporasi, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar untuk menjaga fungsi ekosistem di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Edukasi Generasi Muda dan Ketahanan Pesisir
Aksi penanaman bibit mangrove yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) tersebut turut melibatkan jajaran Pemerintah Kecamatan Medan Labuhan, tokoh masyarakat, serta para pelajar dari sekolah setempat.
Para siswa secara khusus mendapatkan materi edukasi mengenai fungsi strategis mangrove sebagai benteng ekologis dan penyeimbang iklim bumi.
Camat Medan Labuhan Elias Padang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pertamina dalam menata kawasan rawan banjir air laut di wilayahnya.
Dia menilai keberadaan tanaman bakau sangat krusial untuk menjaga daya tahan fisik struktur benteng penahan rob.
"Kegiatan penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tanggul yang telah ditata selama kurang lebih tiga bulan dan penanaman ini diharapkan terus kita lanjutkan di sepanjang kawasan tanggul," tutur Elias.
Melalui program penataan lingkungan terpadu ini, Pertamina Patra Niaga Sumbagut turut mendorong ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada pilar Penanganan Perubahan Iklim (SDGs 13), Ekosistem Lautan (SDGs 14), Ekosistem Daratan (SDGs 15), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDGs 17).
Berita Terkait