Topikseru.com - Ketika eksodus lini depan menghantam Camp Nou pada bursa transfer musim panas 2026, Hansi Flick tidak panik berburu striker mahal. Juru taktik asal Jerman itu justru melahirkan solusi tak terduga dari dalam skuadnya sendiri: menyulap seorang winger murni menjadi mesin pencetak gol di jantung pertahanan lawan.
Eksperimen taktikal tersebut kembali membuahkan hasil manis saat Barcelona melumat Feyenoord dengan skor telak 5-1 pada matchday pembuka fase liga Liga Champions 2026/27 di Camp Nou, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB.
Eksperimen Berani Hansi Flick di Lini Depan
Perubahan peta kekuatan lini depan Blaugrana tak lepas dari hengkangnya Robert Lewandowski dan Ferran Torres pada jendela transfer lalu. Kendati manajemen memboyong Gabriel Jesus menjelang penutupan bursa, Flick tetap menaruh kepercayaan penuh pada Raphinha sebagai opsi utama nomor sembilan.
Di usianya yang menginjak 29 tahun, penyerang asal Brasil itu menjawab keraguan publik lewat ledakan performa. Sepanjang memainkan peran baru tersebut, eks pemain Leeds United ini telah membukukan catatan fantastis berupa delapan gol dan satu assist.
"Saya sangat menikmati di posisi ini, sebenarnya karena gol-gol terus mengalir deras. Namun, prinsip saya tidak pernah berubah, saya menghargai setiap posisi tempat saya diminta bermain dan akan memberikan segalanya," ujar Raphinha seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Bantai Feyenoord 5-1 di Camp Nou
Kedalaman insting membunuh Raphinha penyerang tengah Barcelona terpampang nyata di hadapan publik Camp Nou. Dua gol tajam berhasil dilesakkannya ke gawang wakil Belanda tersebut.
Pesta lima gol Barcelona makin lengkap melalui sumbangan gol dari Karim Adeyemi, Lamine Yamal, serta gol penutup dari rekrutan anyar Gabriel Jesus. Sementara Feyenoord hanya sanggup mencuri satu gol hiburan lewat aksi Sem Steijn.
Keluwesan bertransisi dari sektor sayap ke area kotak penalti menjadikan pergerakan Raphinha sangat sulit dibaca oleh lini belakang lawan. Kesadarannya memanfaatkan ruang kosong terbukti memberi dimensi serangan baru bagi pola permainan agresif ala Flick.
Meski kini menjadi figur sentral dalam skema serangan balik maupun penuntasan peluang, Raphinha menegaskan komitmen fleksibilitasnya demi kepentingan tim.
"Dengan cara itulah hidup menjadi lebih mudah dan menyenangkan," pungkas Raphinha, menegaskan kesiapannya untuk terus meneror lini pertahanan lawan di panggung domestik maupun Eropa.
Berita Terkait