Singapura Bermain dengan 10 Pemain
Situasi Singapura semakin rumit pada menit ke-70 ketika Safuwan Baharudin menerima kartu merah.
Dengan 10 pemain, ruang untuk mengejar ketertinggalan menjadi semakin terbatas. Meski demikian, Lee menilai para pemainnya tidak menyerah begitu saja.
Baca Juga:
"Bahkan setelah kami bermain dengan 10 pemain, kami tetap berusaha memberikan tekanan dan mencari peluang. Itu juga merupakan sesuatu yang harus kami banggakan," kata pelatih berusia 36 tahun tersebut.
Bagi Lee, respons tersebut menjadi salah satu sisi positif yang bisa dibawa Singapura dari kekalahan di Jakarta.
Indonesia Amankan Tiga Poin
Di sisi lain, Indonesia berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan sebelum Ole Romeny menambah gol melalui titik penalti. Dua gol tersebut cukup untuk membawa Indonesia menang 2-0 atas Singapura.
Hasil tersebut membuat Indonesia mengamankan tiga poin dalam persaingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Sementara itu, Singapura harus memulai turnamen dengan kekalahan dan masih tanpa poin.
Kekalahan dari Indonesia membuat The Lions harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
Singapura dijadwalkan menghadapi Bangladesh pada pertandingan kedua Grup A. Duel tersebut akan berlangsung di SUGBK, Jakarta, Senin (28/9/2026) pukul 16.00 WIB.
Lee dan timnya memiliki waktu terbatas untuk mengevaluasi kekurangan dari laga melawan Indonesia.
Jika persoalan kepercayaan diri yang disoroti sang pelatih dapat diperbaiki, Singapura akan berusaha merespons kekalahan tersebut saat menghadapi Bangladesh.
Satu hal yang jelas dari laga melawan Indonesia: Lee melihat masih ada sisi positif dari timnya, terutama keberanian untuk terus mencari peluang meski harus bermain dengan 10 pemain.
Namun, The Lions membutuhkan start yang jauh lebih meyakinkan jika ingin menjaga peluang mereka di Grup A.