Topikseru.com - Target Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 sudah jelas: mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri.
Pelatih kepala John Herdman menyuarakan optimisme tinggi menjelang pertandingan pertama Garuda di turnamen tersebut. Namun, pelatih asal Inggris itu tidak ingin anak asuhnya kehilangan fokus dengan terlalu cepat memikirkan partai final.
Bagi Herdman, jalan menuju trofi harus dimulai dari satu hal sederhana: memastikan Timnas Indonesia mampu menjaga standar permainan sendiri di setiap pertandingan.
"Saya rasa kami sangat optimistis. Sebagai sebuah tim, kami yakin dengan kemampuan kami," kata Herdman di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober. Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1 dan seluruh pertandingan Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Herdman Tak Ingin Timnas Indonesia Sibuk Membuktikan Orang Lain Salah
Optimisme Herdman bukan berarti Timnas Indonesia boleh bermain tanpa perhitungan.
Justru, pelatih yang ditunjuk menangani Garuda pada awal 2026 itu meminta para pemain mengarahkan perhatian sepenuhnya kepada performa mereka sendiri.
Herdman menilai Indonesia memiliki modal talenta untuk bersaing. Tantangannya adalah memastikan kualitas tersebut diterjemahkan menjadi performa konsisten selama turnamen.
“Kami percaya jika kami fokus pada diri kami sendiri dan fokus membuktikan bahwa kami benar, alih-alih sibuk membuktikan orang lain salah, kami dapat menuntaskan tugas itu dengan baik,” ujar Herdman.
Menurutnya, standar tersebut harus dijaga dari pertandingan pertama hingga laga terakhir.
“Pertandingan itu adalah pertarungan antara kami melawan standar kami sendiri di setiap laga. Jika kami mampu menjaga standar tersebut, kami memiliki peluang yang sangat kuat untuk mengangkat trofi,” katanya.
Pernyataan itu memperlihatkan pendekatan Herdman: trofi menjadi target, tetapi proses pertandingan demi pertandingan tetap menjadi prioritas.
Singapura Jadi Ujian Pertama Timnas Indonesia
Langkah pertama Timnas Indonesia menuju trofi FIFA ASEAN Cup 2026 adalah menghadapi Singapura.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/9/2026) di SUGBK. Setelah itu, Indonesia akan menghadapi Malaysia pada 28 September dan Bangladesh pada 1 Oktober.
Indonesia tergabung di Grup A bersama tiga negara tersebut.
Format turnamen membuat posisi akhir fase grup menjadi sangat penting. Juara Grup A akan bertemu juara Grup B di final pada 5 Oktober di SUGBK. Sementara dua runner-up grup bertanding untuk memperebutkan tempat ketiga.
Artinya, Timnas Indonesia tidak memiliki ruang besar untuk kehilangan fokus sejak pertandingan pertama.
Herdman pun memilih pendekatan sederhana.
"Kami akan fokus pada laga kontra Singapura dan berupaya mengamankan tiga poin," ujarnya.
Bukan Sekadar Soal Talenta
Indonesia datang dengan komposisi pemain yang dinilai memiliki kualitas individu untuk bersaing.
Namun, Herdman menyadari turnamen regional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu.
Ada faktor lain yang menurutnya bisa menjadi pembeda: pengalaman bermain bersama sebagai sebuah tim.
Herdman mengakui sejumlah negara peserta sudah mempertahankan inti tim nasional mereka selama beberapa tahun. Kondisi tersebut membuat mereka memiliki pemahaman antarpemain yang lebih matang.
Indonesia, sebaliknya, masih berada dalam proses membangun identitas baru bersama Herdman.
Pelatih asal Inggris itu belum genap setahun menangani Timnas Indonesia. Ia ditunjuk pada Januari 2026 menggantikan Patrick Kluivert. Dalam delapan pertandingan yang sudah dijalani, Herdman membawa Indonesia meraih lima kemenangan, satu hasil imbang dan dua kekalahan.
Pengalaman Lawan Bisa Menjadi Tantangan
Herdman tidak menutup mata terhadap kekuatan lawan di kawasan Asia Tenggara.
Menurut dia, beberapa tim memiliki keuntungan karena sudah bermain bersama selama tiga, empat bahkan lima tahun.
"Kami tahu bahwa kawasan ASEAN itu sulit. Sangat kompetitif," kata Herdman.
"Kami datang dengan banyak talenta, namun banyak tim lain membawa banyak pengalaman sebagai tim nasional yang solid. Jadi, apa yang kami miliki dari segi talenta bisa diimbangi oleh tim lawan yang sudah bermain bersama selama tiga, empat, hingga lima tahun," lanjutnya.
Itulah sebabnya Herdman tidak ingin Timnas Indonesia terlena dengan status tuan rumah ataupun kualitas individu pemain.
Setiap pertandingan tetap harus dimainkan dengan disiplin.
Grup B Juga Menunggu
Persaingan menuju final tidak hanya terjadi di Grup A.
Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina dan Pakistan. Pertandingan grup tersebut dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Pemenang Grup B akan menjadi lawan juara Grup A di partai final.
Dengan format tersebut, perjalanan Indonesia menuju trofi memiliki dua tahap besar: melewati persaingan Grup A terlebih dahulu, kemudian menghadapi juara Grup B dalam pertandingan penentuan.
Namun, Herdman tidak ingin timnya melompat terlalu jauh dalam memikirkan skenario tersebut.
Fokusnya tetap satu: Singapura.
Satu Target, Tiga Pertandingan Grup
Timnas Indonesia membutuhkan konsistensi sejak awal FIFA ASEAN Cup 2026.
Status tuan rumah membuat seluruh laga Grup A dimainkan di depan publik sendiri. Dukungan suporter bisa menjadi faktor tambahan, tetapi tekanan untuk tampil maksimal juga akan datang bersamaan.
Herdman memilih menjadikan tekanan tersebut sebagai bagian dari tantangan.
Skuad Garuda telah resmi berisi 23 pemain untuk turnamen ini. Nama-nama seperti Emil Audero, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen masuk dalam daftar yang dibawa Herdman.
Kini, kualitas skuad tersebut akan diuji dalam pertandingan kompetitif.
Jalan Menuju Trofi Dimulai dari SUGBK
Optimisme John Herdman terhadap peluang Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 memang tinggi.
Tetapi sang pelatih juga sadar bahwa optimisme tidak menghasilkan poin dengan sendirinya.
Indonesia harus membangun perjalanan itu mulai dari Singapura, kemudian Malaysia, lalu Bangladesh.
Setiap pertandingan akan menjadi ukuran baru bagi skuad Garuda.
Jika standar permainan yang diinginkan Herdman mampu dipertahankan, Indonesia akan semakin dekat dengan targetnya.
Namun untuk saat ini, pelatih Timnas Indonesia itu hanya ingin satu hal dari anak asuhnya: menjalani pertandingan pertama dengan standar terbaik mereka.
Laga melawan Singapura pada 25 September akan menjadi awal dari perjalanan tersebut.
Berita Terkait