Minggu, 27 September 2026
Moto3 Junior World Championship 2026

Kiandra Ramadhipa Start Kelima di Aragon, Misi Kejar 3 Besar Moto3 Junior

Muchlis - Minggu, 27 September 2026 08:05 WIB
Kiandra Ramadhipa Start Kelima di Aragon, Misi Kejar 3 Besar Moto3 Junior
Arsip - Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa saat tampil di Moto3 Junior World Championship 2026.

Topikseru.com - Muhammad Kiandra Ramadhipa akan memulai dua balapan FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón dari posisi kelima. Bagi pembalap Indonesia tersebut, posisi start ini bukan sekadar soal grid, tetapi menjadi pintu untuk memangkas jarak dengan persaingan tiga besar klasemen.

Kiandra mengamankan posisi kelima setelah mencatat waktu 1 menit 57,706 detik pada sesi kualifikasi Q2, Sabtu (26/9). Ia akan mengawali balapan di belakang rekan setimnya di Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Kiattisak Singhapong, yang merebut pole position dengan catatan 1 menit 57,160 detik.

Di antara keduanya terdapat Fernando Bujosa dari AC Racing Team di posisi kedua, Carlos Cano dari CFMOTO Aspar Junior Team di urutan ketiga, dan Guillem Planques dari Momoven Racing di posisi keempat.

Baca Juga:

Dengan dua race masing-masing 13 lap yang berlangsung Minggu (27/9), Kiandra memiliki dua kesempatan untuk mengumpulkan poin dalam satu akhir pekan.

Seri Aragón merupakan putaran keenam FIM MotoJunior World Championship 2026 sebelum kejuaraan ditutup di Motor Valley and Emilia-Romagna, Italia, pada Oktober.

Start Kelima Jadi Modal Penting Kiandra

Posisi kelima memberi Kiandra titik awal yang cukup kompetitif untuk memasuki dua race di Aragón.

Pembalap berusia 16 tahun itu tidak harus memulai balapan dari tengah rombongan. Ia sudah berada di barisan depan dan hanya perlu mencari celah untuk masuk ke grup terdepan sejak lap awal.

Kiandra mencatatkan waktu 1:57,706 dalam kualifikasi Q2. Catatan tersebut menempatkannya tepat di belakang empat pembalap yang mengisi posisi teratas.

Di depan Kiandra, Singhapong akan memulai balapan dari pole position. Bujosa berada di posisi kedua, Cano ketiga, sedangkan Planques keempat.

Komposisi tersebut membuat pertarungan di lap awal berpotensi berlangsung ketat. Kiandra memiliki peluang untuk langsung menempel rombongan depan sekaligus menjaga posisi dari pembalap di belakangnya.

Jarak 21 Poin dari Tiga Besar

Yang membuat dua race Aragon semakin penting adalah posisi Kiandra di klasemen sementara.

Pembalap asal Sleman, DI Yogyakarta, tersebut saat ini berada di peringkat kelima dengan 80 poin.

Di posisi ketiga dan keempat terdapat Giulio Pugliese serta Travis Borg yang sama-sama mengoleksi 101 poin. Artinya, Kiandra hanya terpaut 21 poin dari zona tiga besar. Data klasemen menjelang seri Aragón juga menempatkan Carlos Cano di puncak dengan 144 poin dan Yaroslav Karpushin di posisi kedua dengan 109 poin.

Selisih tersebut masih memungkinkan berubah dalam satu akhir pekan karena dua balapan digelar di Aragón.

Sebanyak maksimal 50 poin masih tersedia dari dua race tersebut. Karena itu, setiap posisi finis akan memiliki arti penting bagi upaya Kiandra memperbaiki peringkat sebelum musim berakhir.

Pengalaman Menang di Estoril Jadi Bekal

Kiandra juga tidak datang ke Aragón tanpa modal.

Pada musim debutnya di FIM Moto3 Junior World Championship 2026, ia sudah mencatatkan satu kemenangan di Sirkuit Estoril, Portugal.

Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian penting Kiandra sepanjang musim. FIM mencatat kemenangan Ramadhipa di Estoril sebagai kemenangan pertamanya di Moto3 Junior World Championship.

Dia juga pernah meraih podium ketiga di Barcelona. Pada putaran sebelumnya di Valencia, Kiandra mampu finis ke-10 pada Race 1 dan kemudian memperbaiki hasil dengan finis keenam pada Race 2.

Rangkaian hasil tersebut membuat persaingan papan atas tetap terbuka menjelang dua race di Aragón.

Dua Race, 26 Lap, Satu Peluang Besar

Format akhir pekan Aragón memberi Kiandra kesempatan ganda.

Race 1 dijadwalkan berlangsung Minggu (27/9) pukul 16.00 WIB, sedangkan Race 2 dimulai pukul 19.00 WIB. Masing-masing balapan berlangsung selama 13 lap.

Artinya, Kiandra akan menjalani total 26 lap dalam dua balapan pada hari yang sama.

Situasi ini membuat strategi menjadi faktor penting. Hasil Race 1 dapat memengaruhi momentum menuju Race 2, sementara kondisi ban, kecepatan motor, serta kemampuan mempertahankan posisi akan menentukan seberapa banyak poin yang bisa dibawa pulang.

FIM menjadwalkan MotorLand Aragón sebagai putaran keenam musim 2026 pada 25-27 September sebelum seri penutup berlangsung di Italia pada 16-18 Oktober.

Carlos Cano Masih Jadi Target Terjauh

Di puncak klasemen, Carlos Cano masih memiliki keunggulan cukup besar.

Pembalap CFMOTO Aspar Junior Team tersebut mengoleksi 144 poin, unggul 35 poin dari Karpushin yang berada di posisi kedua.

Sementara itu, Kiandra berada 64 poin di belakang Cano.

Namun, target terdekat Kiandra bukan langsung mengejar pemuncak klasemen. Zona tiga besar menjadi sasaran yang lebih dekat karena Pugliese dan Borg hanya unggul 21 poin.

Dengan dua race di Aragón dan dua race terakhir di Italia, persaingan klasemen masih menyisakan ruang bagi perubahan posisi.

Target Tiga Besar dan Jalan Menuju Moto3 2027

Di balik perjuangan Kiandra di Aragón terdapat target yang lebih besar: menembus tiga besar klasemen akhir Moto3 Junior World Championship 2026.

Target tersebut berkaitan dengan peluangnya untuk melangkah ke level Moto3 pada musim 2027.

Kiandra baru berusia 16 tahun dan baru akan genap 17 tahun pada 4 Desember 2026. Jika mampu memenuhi persyaratan usia dan hasil kompetitif yang dibutuhkan, pembalap asal Sleman tersebut berpeluang melanjutkan perjalanan ke kelas Moto3 pada musim berikutnya.

Karena itu, empat race terakhir musim 2026 memiliki nilai strategis bagi perjalanan kariernya.

Dua race pertama akan berlangsung di Aragón, sedangkan dua balapan terakhir dijadwalkan di Misano, Rimini, Italia, pada 16-18 Oktober.

Kiandra Harus Maksimalkan Posisi Start

Start kelima memberikan Kiandra posisi yang cukup dekat dengan rombongan terdepan.

Namun, posisi tersebut baru menjadi modal awal. Poin klasemen ditentukan oleh hasil akhir balapan.

Dengan selisih 21 poin dari posisi ketiga dan maksimal 50 poin yang tersedia di Aragón, Kiandra memiliki ruang untuk memangkas jarak tersebut.

Dua race Minggu nanti sekaligus menjadi ujian penting bagi konsistensinya.

Jika mampu menjaga kecepatan sejak lap awal, bertarung di kelompok depan, dan mengamankan poin sebanyak mungkin, Kiandra dapat memasuki seri penutup di Misano dengan posisi klasemen yang berbeda.

Bagi pembalap Indonesia tersebut, Aragón bukan sekadar seri keenam. Ini adalah salah satu kesempatan terakhir untuk mengubah posisi kelima menjadi tiket menuju persaingan tiga besar sebelum musim Moto3 Junior 2026 memasuki garis finis.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait