Topikseru.com - Timnas Indonesia memang berhasil mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi Ketua Umum PSSI Erick Thohir tidak ingin kemenangan dramatis atas Thailand membuat evaluasi berhenti.
Bagi Erick, gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 justru menjadi momentum untuk memperbaiki sejumlah kekurangan Timnas Indonesia sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar, termasuk Piala Asia 2027.
Indonesia memastikan gelar juara setelah menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Baca Juga:
Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Indonesia sempat unggul, tertinggal, lalu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya memenangkan adu penalti.
Dia juga mengakui Thailand memberikan perlawanan sengit sepanjang laga final.
"Kita harus akui Thailand tim yang sangat bagus, saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir," kata Erick kepada wartawan di SUGBK, Senin (5/10/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana ketatnya final Indonesia vs Thailand. Gelar perdana FIFA ASEAN Cup bahkan baru bisa ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim sama-sama mencetak dua gol.
Thailand harus bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua. Beberapa menit kemudian, Indonesia memanfaatkan situasi tersebut untuk membuka keunggulan.
Dean James melepaskan tendangan bebas pada menit ke-84. Bola kemudian berubah arah setelah mengenai pemain Thailand dan masuk ke gawang.
Indonesia pun berada di atas angin.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sekitar tiga menit.
Thailand yang bermain dengan 10 pemain justru mampu menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron pada menit ke-87. Gol tersebut membuat pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Thailand kembali membuat pendukung Indonesia terdiam setelah Peeradol Chamrasamee mencetak gol pada menit ke-111. Situasi berubah menjadi 2-1 untuk Thailand.
Indonesia berada dalam posisi tertekan karena harus mengejar ketertinggalan pada menit-menit akhir.
Namun, Elkan Baggott menjadi penyelamat.
Lima menit setelah Thailand mencetak gol keduanya, Baggott mencetak gol penyama kedudukan. Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan berakhir dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Indonesia tampil lebih efektif dalam adu penalti dan menang 4-2. Kiper Emil Audero menjadi salah satu sosok penting setelah menggagalkan eksekusi penalti pemain Thailand.
Salah satu penyelamatan Audero memastikan Indonesia mengunci gelar juara pada edisi perdana turnamen tersebut.
FIFA mencatat Indonesia menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup setelah melewati final yang berlangsung hingga adu penalti.
Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian Indonesia dalam menghadapi Thailand. FIFA mencatat kedua tim sebelumnya sudah delapan kali bertemu tanpa kemenangan Indonesia sebelum final tersebut.
Dia menilai pertandingan melawan Thailand menjadi pengalaman penting bagi pemain dan pelatih.
Erick juga menyinggung kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh dengan skor 9-2 pada fase sebelumnya.
Menurut dia, kedua pertandingan tersebut tetap memberikan pelajaran karena memiliki tingkat kesulitan masing-masing.
"Dua game yang tidak mudah, (lawan Bangladesh) 9-2 tidak mudah, hari ini juga 2-2, tidak mudah," ujar Erick.
Menurut dia, pengalaman dari turnamen ini harus menjadi bahan pembelajaran apabila Indonesia ingin membangun tim yang lebih siap untuk target jangka panjang.
Erick mengatakan akan melakukan evaluasi bersama pelatih untuk mengidentifikasi sejumlah kelemahan Timnas Indonesia.
"Ya banyak nanti saya sama coach, ada banyak. Titik-titik kelemahan yang mungkin harus kita perbaiki untuk persiapan Piala Asia," kata Erick.
Piala Asia 2027 menjadi salah satu agenda penting bagi skuad Garuda setelah keberhasilan meraih trofi ASEAN.
Menurut dia, keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup tidak boleh membuat Timnas Indonesia berhenti berkembang. Justru, gelar tersebut harus menjadi salah satu pijakan untuk menghadapi persaingan yang lebih berat.
"Kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita," ujar Erick.
Pesan tersebut menjadi penutup dari perjalanan Indonesia di turnamen perdana FIFA ASEAN Cup.
Gelar juara sudah berada di tangan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana Timnas Indonesia menggunakan pengalaman dari pertandingan seperti final melawan Thailand untuk membangun skuad yang lebih matang menghadapi Piala Asia 2027 dan target sepak bola Indonesia dalam jangka panjang.